Sejumlah nama calon walikota semarang mulai muncul yaitu : Soemarmo, M Farchan, Mahfudz Ali, Muh Aris Sutoto, Sriyanto. Dari kelima calon ini yang telah menggalang kekuatan dan sosialisasi kepada masyarakat mulai baliho, spanduk hingga cetak kalender. Yang jelas sudah mendaftar adalah M Farchan melalui PDIP, tidak menutup kemungkinan calon lain bisa bersaing melalui partai ini. Namun kekuatan Farchan bisa dikatakan cukup mulai sudah dikenal di lingkungan pemkot Semarang juga soal gizi nampaknya juga sudah mempersiapkan. Keinginan Farchan maju jadi walikota diketahui sejak beberapa tahun terakhir ini. Dia cukup mahir dibidang perencanaan tata kota Semarang. Sehingga dengan modal ini memberanikan maju dalam pilwakot semarang April mendatang.
November 2, 2009
Tadi malam kami mendengarkan diskusi dari radio Elshinta yang mengangkat tema perihal penahanan pimpinan KPK. Hampir sebagian besar menyalahkan Polri dan pandangan usulan seharusnya kerjasama dengan KPK dalam hal pemberantasan korupsi mewarnai diskusi tersebut. Sebagai warganegara adanya polemik tersebut kami teringat ketika mengikuti seleksi salah satu divisi di KPK. Ketika mengikuti seleksi tertulis, ternyata para peserta adalah dari berbagai kalangan instansi yang masih aktif, seperti dari Departemen keuangan, Polri, BPK dan masih banyak lagi. Melihat hal ini kami pada waktu itu berpikir tidak mungkin bisa lolos mengingat para saingan adalah orang orang Top di bidangnya masing masing. Namun sepulang mengikuti seleksi dalam perjalanan kami bayangkan sulit KPK akan eksis pada tahun tahun mendatang perihal pemberantasan korupsi. Lha wong kalau mengoptimalkan perangkat yang sudah ada tanpa KPK pun kalau kejujuran dan bela demi negara pasti sudah berjalan sebagai mana perundangan yang telah dibentuk.
Kembali soal perseteruan Polri dan KPK, orang awam saja sudah tahu. Sebenarnya dalam suatu menjalankan tugas mesti ada komandannya dan komandan tersebut pasti ada yang menyuruhnya. Dalam hal ini pun Polri melakukan atas petunjuk atasannya. disana kan banyak orang pinter pinter. Mencuatnya perseteruan ini menandakan salah satu peristiwa yang memang harus muncul akibat para pemimpin kita sudah menjual nama rakyat demi kepentingannya. Berbagai intrik dan perilaku merebutkan kue kekuasaan telah dipertontonkan elit politik kita. Sekarang masyarakat cuek dan hidup sendiri sendiri demi mempertahankan kelangsungan hidupnya. Sehingga nanti siapa yang menanam itulah yang memetiknya. “Becik ketitik olo ketoro“. Alam akan marah, berbagai bencana akan menghadang kita karena semua ini kerusakan sudah mendunia.
Oktober 22, 2009
Puja dan puji syukur telah terpilih sebagai menteri tentu akan dirayakan oleh nama nama yang tercantum dalam susunan kabinet SBY 2009-2014. Dan yang ikut berbahagia tentu keluarga, handai taulan, kerabat dekat akan kecipratan kebahagiaan tersebut. Kumpul kumpul dan makan makan minimal dilaksanakan. Penantian para pimpinan partai yang susah payah telah membangun koalisi untuk menikmati kue kekuasaan terlaksana sudah. Walaupun ini sebagai pembantu, namun pembantu ini mempunyai kekuasaan dan kewenangan atas bidang yang dijabatnya. Adanya penilaian baik dan buruknya terhadap menteri yang dipilih oleh presiden merupakan tanggungjawab penuh presiden selaku mandataris yang dipilih secara langsung oleh rakyatnya. Ternyata orang kecil di daerah pun memberikan penilaian susunan kabinet. Rata rata penilaian ditujukan pada tim ekonomi yaitu pada pak Hatta Rajasa, mereka bilang ketika memegang menteri perhubungan saja tidak beres kok dijadikan menteri ekonomi. Tentu hal ini yang tahu adalah presiden yang memilihnya. Karena berbagai demo diluar banyak yang menentang neoliberalisme sehingga pilihan menteri perekonomian diberikan kepada Hatta Rajasa. Apalagi Hatta Rajasa sangat loyal pada presiden dan sudah sepantasnya menerima imbalan tersebut. Aneh lagi menteri pariwisata yang di daerah dikenal Zero Wacik (plesetan) program pariwisatanya yang lama kelamaan semakin zero saja. Ini kata orang orang di daerah. Entah benar dan tidaknya semoga kritik yang ada tidak melemahkan semangat kerja para menteri yang baru. Selamat kepada para menteri yang telah terpilih melaksanakan tugas negara. Semoga kebijakan kebijakan yang dihasilkan selalu bermanfaat bagi rakyatnya.
Oktober 6, 2009
Adu gizi pada munas Golkar, istilah ini populer ketika munas yang lalu dengan menghantarkan Yusuf Kalla menjadi ketua umum. Ternyata hingga saat ini kalimat itu semakin jelas dan pemberitaan media juga menyebutkan mengenai hal itu. Itulah kenyataan yang terjadi pada tubuh partai golkar saat ini. Bagaimana dengan mengembalikan kejayaan kalau dalam pemilihan pucuk pimpinannya seperti itu. Masuknya mas Tommy dalam bursa calon ketua juga tidak luput karena punya gizi yang lebih banyak dibandingkan Surya Palloh dan Aburizal Bakrie. Informasi platform partai kedepan tenggelam dengan informasi mengenai gizi ini. Masing masing kubu hanya mengklaim dukungan yang telah diperolehnya. Kalau dibiarkan terus menerus akan menjadi preseden yang kurang baik. Mengingat partai golkar merupakan salah satu asset politik bangsa dalam mengisi kehidupan bernegara.
September 30, 2009
Pertarungan menduduki kursi ketua umum Golkar periode mendatang akan membawa pengaruh pada popularitas Golkar dengan slogan mengembalikan kejayaan Golkar. Segala sesuatu yang telah terjadi di dunia ini terutama perihal kekuasaan yang namanya kejayaan tidak bisa dikembalikan. Sebagai contoh bisakah pada masa kejayaan Majapahit dahulu dapat diraih pada waktu sekarang. Atau kejayaan Sultan Agung apakah bisa kembali?. Demikian halnya dengan Golkar bahwa kejayaan yang pernah diraih tidak akan bisa kembali. Namun perbaikan perbaikan dengan menyesuaikan perkembangan jaman inilah yang diperlukan dan akan bertahan dengan waktu dan arus jaman. Kembali pada pertarungan Ical dan Paloh berdasarkan hitungan atau analisis kiprah yang bersangkutan keduanya banyak memberikan kontribusi. Akan tetapi nilai Ical masih diatas Paloh dalam bursa Ketua nanti. Kalau Pak Surya Paloh memang sukses dalam bidangnya tetapi menurut terawangan dalam memimpin organisasi masih kurang bila dibandingkan Aburizal Bakrie. Kita lihat nanti apakah Pak Surya Paloh bisa mengungguli Ical di Munas Golkar mendatang.
September 29, 2009
Pada tahun 2010 mendatang akan digelar lagi pilkada di sebagian wilayah Jawa Tengah salah satunya adalah Kota Semarang. Pada saat jelang puasa dan Idul Fitri sudah nampak baliho baliho di jalan jalan protokol terpampang foto para calon dengan ucapannya. Mulai dari Mahfudz Ali yang saat ini menjabat wakil walikota, Soemarmo mantak sekda yang diberhentikan Walikotanya, Sriyanto salah satu pimred koran sore Semarang, belum calon calon lain melalui selebaran atau kalender. Keberadaan baliho yang bertebaran di berbagai sudut kota mendapatkan tanggapan dari anggota dewan. Pilkada Kota Semarang yang rencana akan digelar April 2010 mendatang juga berbagai partai sudah mempersiapkan pendaftaran.
September 7, 2009
Seorang pimpinan kepala daerah yang dipilih secara langsung adalah cerminan dari karakter masyarakat tersebut. Hal ini salah satu contoh adalah gubernur terpilih Jawa Tengah dan Walikota Semarang. Keduanya sama sama dipilih secara langsung oleh masyarakat melalui Pilkada. Namun pada akhirnya sebagian masyarakat yang memilihnya tadi merasa kecewa karena tidak seperti yang diharapkan. Bisa dapat diambil pelajaran bahwa kecenderungan masyarakat kita dalam memilih pimpinan daerahnya adalah cenderung kepada figur bukan dari tawaran program yang akan dilakukan jika terpilih nantinya.
Sebagai contoh saling serang antara Pak Bibit Waluyo dan Pak Sukawi sebagai Walikota Semarang terhadap kebijakan pembangunan di wilayahnya merupakan contoh yang tidak baik. Sudah saatnya kebiasaan saling menuding pelan pelan dihilangkan. Ini karena pendidikan kita dahulu sudah turun temurun dan menjadi doktrin yang harus disudahi. Contoh ketika pada waktu masa kanak kanak kalau jatuh tersandung pasti yang disalahkan adalah si Kodok. Padahal si Kodok tidak tahu menahu atas jatuhnya si Anak tadi.
Seorang pemimpin harus bisa memberikan contoh keteladanan bagi rakyatnya, tentu ini sudah ada teori yang diajarkan dan pelatihan pelatihan untuk itu. Perseteruan Pak Bibit Waluyo dengan Pak Sukawi bermuara pada pencopotan Sekda kota Semarang oleh Pak Sukawi yang dinilai menyalahi prosedur. Disatu sisi Pak Bibit Waluyo bertahan bahwa pergantian itu melanggar atauran main dalam undang undang pemerintah daerah. Sedangkan Pak Sukawi juga mempunyai landasan hukum undang undang yang melandasinya.
Itulah Indonesiaku, perbedaan demi perbedaan selalu dikedepankan. Padahal masing masing kepala daerah tadi harus menguasai apa yang harus dilakukan dan prioritas mana yang dikedepankan. Kita bisanya berantem di dalam negeri saja. Coba kita kupas satu persatu dari kedua tokoh ini.
Pak Sukawi menjabat walikota selama dua periode. Periode pertama terpilih melalui voting anggota DPRD pada saat itu yang di dukung oleh sebagian besar anggota dari PDIP. Pada periode kedua terpilih melalui pilkada secara langsung. Kebijakan yang positif adalah transparasinya penggunaan keuangan APBD Kota yang dilaporkan secara terbuka melalui media agar rakyat bisa ikut mengontrol. Serta kebijakan yang langsung diterima warganya adalah adanya THR kepada sekretaris, bendahara dan ketua RT se kota Semarang. Serta kebijakan kebijakan lain dalam upaya menarik investasi. Namun dari semua itu masih ada kekurangan juga dan tidak puasnya rakyat adalah penanganan masalah Rob yang melanda kota bagian bawah serta kesan penataan kota yang semrawut dan gelap diwaktu malam. Ruang terbuka untuk santai masyarakat hampir tidak ada serta tempat kunjungan wisata yang bisa menjadi icon Semarang tidak ada kecuali Tugu Muda dan Lawang Sewu.
Pak Bibit Waluyo, terpilih melalui pilkada langsung. Terpilihnya ini berkat membeli tiket dengan kendaraan PDIP dan berpasangan dengan Rustriningsih sebagai pendulang suara pasangan ini. Dengan program Bali Ndesonya kebijakan Pak Bibit pada tahun pertama ini terjadi ketidak serasian dengan Wakilnya, namun sudah cepat diantisipasi agar tidak berlarut larut. Program Bali Ndeso inilah yang menjadi salah satu daya tarik masyarakat dalam memilihnya. Kelebihan pak Bibit Waluyo ini sederhana dan menggalakkan kedisiplinan terutama dikalangan pegawai di jajarannya. Sifatnya terbuka ceplas ceplos apa adanya. Namun ada kekurangan juga dalam menerapkan kebijakan. Sehingga berakibat menjauhnya stake holder kalau tidak segera diperbaiki akan menjadi preseden yang tidak baik. Sebagai contoh setiap ada acara dari dunia usaha atau dari akademisi untuk audiensi beliau tidak menghadirinya, sehingga ada pameo pak Bibit nya lagi bali ndeso.
Dari contoh diatas adalah sebagian kecil saja yang telah diketahui masyarakat. Kritikan gubernur mengenai infrastruktur kota Semarang baik itu Bandara, Pelabuhan dan penataan kota didak perlu diteruskan. Karena salah satu Perusda Jateng PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah andil dalam pengelolaan Bandara yang merupakan domain pemprov Jateng. Untuk itu perlu ada pihak pihak untuk menjembatani perseteruan ini sehingga tidak mengganggu program pembangunan daerah yang ada. Sekiranya wakil wakil rakyat yang duduk di Dewan bisa menginisiasi.
Juli 10, 2009
Hari menjelang magrib pada tanggal 8 Juli 2009 kami didatangi dua orang petugas dari kantor Kelurahan di desa kami. Alhasil adalah minta tolong mengangkut kotak suara dari kantor Kelurahan menuju ke Kantor Kecamatan untuk mengepool kotak suara hasil pilpres yang baru saja berlangsung. Disitu sudah dijaga puluhan petugas kepolisian untuk mengamankan kotak suara tersebut. Dengan mobil pickup kami sampai di Kelurahan, dan yang melakukan angkat junjung keatas kendaraan adalah semua dari personil dari kepolisian. Rupanya petugas kepolisian sudah capai dan segera ingin bertemu dengan keluarganya di rumah. Sambil menunggu semua kotak suara masuk diatas kendaraan, saya sempatkan tanya hasil rekapitulasi hasil di Kelurahan kami. Petugas Kelurahan memberikan informasi hasil rekap dipasang di pintu depan kantor kelurahan. Ternyata hasil perolehan SBY-Boediono 62% disusul Mega-Pro 31% dan JK-Win 7%. Itulah hasil di Kelurahan kami. Ternyata hasil itu sama dengan yang dilakukan oleh hitungan cepat yang ditayangkan di TV pada sore hari. Wah baru percaya nih sama hitungan cepat, lha di desa kami saja sampai 60% tentu tingkat nasional sesuai hitungan cepat kurang lebihnya sama.
Dengan hasil tesebut tentu ada yang tidak puas, mengingat seperti pasangan JK-Win yang menjelang detik detik akhir kampanye mengeluarkan semua jurusnya dibandingkan dengan hasil perolehan suara tidak signifikan. Hasil semua itu pilihan rakyat. SBY masih dhiarapkan untuk memimpin 5 tahun mendatang. Sikap gentle JK yang mengucapkan selamat atas kemenangan SBY ini patut mendapatkan apresiasi tersendiri. Seharusnya bersikap demikian. Walau berkompetisi dengan sengit tetap menghargai aturan main dan etika berkompetisi.
Kita bangsa Indonesia telah disuguhi pesta demokrasi yang cukup transparan. Hanya saja KPU sebagai penyelenggara dinilai kurang optimal yang mengakibatkan kinerjanya selama ini menjadi sorotan banyak pihak. Kemenangan SBY adalah kemenangan rakyat Indonesia. Selamat untuk pak SBY dan pak Boediono, ojo lali pengembangan UMKM nya lho.
Juli 1, 2009
Menurut survey yang dilakukan terhadap responden paranormal di Jateng dan Jatim, SBY nampak masih unggul dari rivalnya. Namun ada catatan yang mengacu pada pernyataan bahwa pada saat maju pada pilpres 2004 lalu hanya maju sekali saja dan akan memberikan pembelajaran pada masyarakat mengenai demokrasi. Namun kenyataan yang namanya kekuasaan itu sangatlah didambakan apalagi yang dekat dengan kekuasaan tentu juga akan memperoleh kue kue kekuasaan. Hal ini wajar dalam ilmu ketatanegaraan dan beserta teori teorinya itu. Sehingga sudah terasa jelas orang orang yang ada disekeliling penguasa tentu akan mempertahannkan kekuasaannya.
Itulah hasil survey terhadap paranormal, percaya atau tidak lha ini hanya konsumsi kalangan paranormal saja. Apabila dikaji dengan pengetahuan akan tidak ketemu jruntungnya. Ini bisa salah dan bisa benar. Semua hasil akhir adalah upaya para team sukses dalam bekerja untuk memenangkannya. Karena masyarakat kita masih percaya terhadap beginian ya itulah keunikan bangsa kita dalam menghayati berbangsa dan berbudaya. Sampai sampai pemilihan presidenpun ditanyakan kepada paranormal.
Juni 26, 2009
Pada pilpres saat ini di Jateng banyak suara yang mengambang. Berbeda dengan provinsi lain. Kalau di provinsi lain sudah kelihatan jelas peta dukungan mengarah kepada siapa figurnya. Akan tetapi di Jawa Tengah ini unik, banyak yang santai santai saja dan tidak memihak kemanapun. Disamping karena faktor budaya juga karena pemain yang maju itu itu saja tidak ada hal yang baru. Semuanya serba normatif belum ada calon yang membuat impian bila saya jadi harus begini begitu untuk kemajuan bangsa dan negara. Semua masih mengatasnamakan rakyat. Keinginan memperbaiki bangsa dan negara belum kelihatan. Situasi adem ayem di Jateng ini menjdadikan rebutan capres untuk masuk menggarap Jateng.
Wong Jateng pingin punya presiden yang bisa menjadi inspirator dan motivator. Inilah harapan dan idealnya yang dimaksudkan. Untuk itu dalam beberapa kali putaran kampanye ketiga capres ini serius menggarap Jateng untuk mendulang suara yang banyak. Wong Jateng berpedoman pada sejarah raja raja terdahulu yang berkuasa di Indonesia. Hampir pasti semua kekuasaan raja jatuh bukan karena serangan dari luar akan tetapi jatuh karena dari dalam sendiri. Sebagai contoh saja Soekarno jatuh karena dikhianati oleh Soeharto. Selanjutnya Gus Dur dikhianati oleh Mega, lalu Mega dikhianati oleh SBY. Bila JK nanti jadi presiden berarti JK telah menghianati SBY. Inilah kepercayaan masyarakat jawa yang belajar dari sejarah dan kental dengan supranatural.