Informasi ini kami dapatkan ketika kami potong rambut, kebetulan pembicaraan seputar pilkada gubernur Jateng. Yang menjadi tema pembicaraan adalah pasangan Bambang-Andnan. Dimata masyarakat sekitar,  sosok Bambang Sadono cukup dekat dengan masyarakat apalagi kedekatan dengan warga rumah tinggalnya. Dilain itu dekat juga dengan para seniman. Yang menjadi pertanyaan pada diskusi di tukang cukur adalah mengapa pak Bambang kok ambil pak Adnan sebagai pasangannya?. Barangkali pak Bambang tidak cari tahu secara detail kali. Dalam obrolan itu tersingkap bahwa pak Adnan di lingkungan sekitar saja pertemuan arisan atau kumpulan warga tidak mau datang. Dan diminta sumbangan buat jalan tidak mau, padahal jalan tersebut didepan rumahnya. Kok begitu mau nyalon wakil gubernur, begitulah isi obrolan tersebut. Dari obrolan tersebut kami coba konfirmasi kepada tetangga sekitar pak Adnan tinggal. Apa yang kami peroleh memang tidak menyimpang apa yang diomongkan di tukang cukur itu. Tidak hanya itu saja bagaimana di lingkungan NU sendiri. Ternyata di dalam organisasi itu ada sikap pro dan kontra, juga setelah kami dengan tidak sengaja dalam pertemuan ketemu salah satu tokoh NU di kecamatan kami menyampaikan hal yang serupa.

Untuk itulah bagi team sukses Bambang Adnan harus bisa mengantisipasi informasi informasi kecil ini. Karena pak Bambang sudah bersusah payah dua tahun sebelumnya  sosialisasi ke beberapa daerah dan sudah mengeluarkan dana yang cukup besar pula. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi team sukses pasangan Bambang-Adnan.