Akhirnya PDIP menjatuhkan pilihan pasangan Bibit Waluyo Cagub dan Rustriningsing sebagai cawagubnya. Prediksi masyarakat Jateng ternyata tepat membaca langkah PDIP dalam bursa pilgub Jateng mendatang. Keraguan Ali Mufiz sebelumnya yang memuluskan jalannya Bibit Waluyo, disamping itu juga sebagai kontra prestasi PDIP pada pilgub DKI terhadap Bibit Waluyo dahulu. Sehingga bursa pilgub mendatang akan semakin ramai dan prediksi dua kali putaran akan terjadi bilamana PKB nanti mengusung Agus Suyitno. Karena Agus Suyitno masih hangat telah memimpin di wilayah Jateng dibandingkan Bibit Waluyo yang telah lama meninggalkan Jateng. Tinggal bagaimana pihak Pak Bibit nanti kampanye apa saja yang pernah diperbuat bagi masyarakat Jateng. Melihat majunya pak Bibit menandakan PDIP masih mengandalkan kader dari dalam sendiri dan belum berani mencari kader diluar partai. Ini menandakan partai partai di Indonesia masih menganut paham seperti itu. Seperti di Golkar dan Demokrat yang maju adalah dari puncak pimpinan di wilayahnya.