Persaingan cagub mendatang akan lebih sengit. Karena calon yang diusung PDIP tidak menjadi rival yang signifikan. Suara PDIP terpecah seperti di Pantura walau Sukawi di Demokrat masih memegang orang orang yang di PDIP sewaktu Sukawi berlindung di Banteng moncong putih. Ini terbukti ketika maju walikota Semarang untuk jabatan yang kedua. Suara dari PDIP banyak yang ke Sukawi. Demikian Juga bagi Bambang suara NU akan tetap ke Adnan yang sebagai pasangannya. Karena Ali Mufiz tidak masuk bursa cagub. Suara dari guru yang akan disuarakan Sudharto sudah tidak menjadi komoditas kampanyenya, karena APBN dan APBD tahun 2008 sudah memenuhi apa yang di tuntut dari dunia pendidikan. Sehingga Bambang dan Sukawi akan all out merebut simpati pemilihnya diluar isue isue yang berkembang saat ini. Dilain pihak HM. Tamzil akan menjadi kuda hitam yang membayangi Bambang dan Sukawi.