Beberapa waktu lalu pada awal bulan Maret ini kami mengadakan studi melalui jaringan kami di wilayah Jateng . Kalau lembaga survey dan lembaga lembaga lain memang sudah teruji keakuratannya bahkan dijadikan tempat atau jasa untuk penjajagan bagi siapa saja yang ingin menggunakan jasanya. Seperti halnya dalam pigub ini. Dari hasil diskusi dirangkumkan bahwa calon gubernur yang maju saat ini ada lima pasangan yaitu Bambang Sadono, Sukawi Sutarip, Bibit Waluyo, Agus Suyitno, M. Tamzil masing masing dengan pasangannya. Dari kelima calon ini tolok ukur yang menjadi penilaian adalah pada sikap atau attitude dari masing masing calon. Bilamana dibandingkan dengan gubernur terdahulu Mardiyanto kelima calon tersebut masih jauh dari harapan masyarakat. Tetapi mencari sosok seperti Mardiyanto kan tidak mudah. Sekarang kita punya asset lima calon ini dengan kelebihan dan kekurangannya. Sikap untuk golput tentu tidak bijaksana karena pilkada ini dibiayai uang rakyat yang cukup besar. Sehingga tentu dari lima calon ini akan terpilih dari salah satunya. Kita sebagai masyarakat akan memilih calon yang mempunyai prioritas pembangunan yang pro rakyat. Dari lima calon hingga saat ini yang aktif melakukan lobi dan sosialisasi secara pribadi maupun secara team dari team suksesnya adalah Bambang Sadono, Sukawi Sutarip dan Bibit Waluyo. Tiga nama ini menempati urutan paling atas dan memang didukung dari partai yang cukup besar pula. Nama Tamzil dan Agus Suyitno barangkali belum melakukan pendekatan pendekatan mungkin kesibukan dengan partai pengusungnya. Sekarang masyarakat tertuju kepada tiga calon ini untuk dilakukan penilaian. Ketiga calon ini hendaknya dapat melakukan penyampaian visi dan misinya. Prioritas visi dan misi yang akan dinilai oleh masyarakat adalah pada empat pilar. Keempat pilar tersebut adalah legislasi, yudikatif, eksekutif dan dunia usaha. Ini yang harus diperhatikan kepada setiap calon dalam kampanyenya. Mempertimbangkan dari pilkada – pilkada daerah lain bahwa setelah calon tersebut jadi ya seperti itu itu saja. Ini jangan sampai terjadi di Jawa Tengah karena jawa tengah merupakan barometer nasional dan tentu petinggi petinggi partai dari pusat juga akan turun tangan. Sehingga dari segala aspek mulai dari keamanan sampai sosek nya juga diperhatikan. Secara umum penilaian terhadap kelima calon adalah belum adanya komitmen dan kurang memahami persoalan persoalan yang terjadi di masyarakat dan masih cenderung birokrasi statusquo.

Dari informasi informasi yang terkumpul hingga tulisan ini disampaikan. Cagub Bambang Sadono, Bibit Waluyo dan Sukawi Sutarip yang dinilai paling aktif melakukan pendekatan pendekatan ke semua pihak. Namun ada catatan untuk pak Bibit Waluyo gaya kepemimpinannya perlu belajar dari pak Mardiyanto. Disamping itu sudah lama meninggalkan Jateng, sehingga rakyat agak lupa. Slogannya perlu diganti  ”Bibit Datang Rakyat Senang” dengan yang lain atau cari ahli kata kata dalam pemasaran.