Dugaan sementara orang pada pilgub Jateng bahwa kemungkinan turunnya petinggi partai turun memberi motivasi dan dorongan ajakan untuk memilihnya sudah mendekati kebenaran. Sebagai contoh Jusuf Kalla sudah datang ke Jateng untuk membackup Bambang Sadono. Sutrisno Bachir membackup M. Tamzil dan ketiga Puan yang mewakili ibunya membackup Bibit Waluyo. Yang belum adalah Gus Dur, karena masih disibukkan oleh ulah keponakannya sendiri yang saat ini menakhodai PKB. Sedang untuk Sukawi Sutarip sepertinya dibiarkan untuk berjuang sendirian.

Kondisi adem ayem di Jateng hingga hari pencoblosan akan tetap terjaga. Mengingat hampir sebagian masyarakat yang kami temui welcome siapa saja yang jadi gubernur. Menurutnya bila diantara calon yang terpilih nantinya tidak akan merubah nasibnya. Rakyat sudah biasa mengurusi dirinya sendiri. Janji janji yang ditawarkan dinilai paling paling kalau sudah jadi ya lupa. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi masing masing calon dalam merebut simpati rakyat dan petinggi partai untuk memberikan pembelajaran politik. Kampanye dan iklan iklan yang ditampilkan di media masih sebatas untuk memenuhi tata cara atau syarat tahapan berdemokrasi. Peta masyarakat Jateng yang berpendidikan tamatan SD cukup banyak walaupun tiap tahun universitas universitas mewisuda lulusannya. Ini tidak bisa ditinggalkan dalam konsep berkampanye nanti. Konsep yang ditawarkan Bibit Waluyo Bali Deso Mbangun Deso nampaknya sudah mulai diterima masyarakat. Ini mengejar ketertinggalannya pada Bambang Sadono yang terlebih dahulu sudah melakukan sosialisasi dengan tagline nya Menuju Jawa Tengah Sejahtera. Untuk Sukawi Sutarip tanggapan masyarakat terhadapnya adalah terlalu ambisius menuju jateng satu karena posisi sekarang sudah cukup kok tidak nrimo. Image ini terjadi karena Sukawi Sutarip telah dikenal politik dagang sapinya. Untuk HM. Tamzil dinilai masyarakat dan dipertanyakan apa habis amunisinya kok gregetnya makin kendor saja dibandingkan saat saat melamar di partai. Untuk pak Agus Suyitno akan mengikuti model ibu Sahal dalam bersosialisasi. Terbukti ibu Sahal dengan minim antribut bisa menduduki kursi di DPD yang mewakili jawa tengah. Jurus melalui pengajian dan dukungan ormas seperti Fatayat dan sebagainya akan loyal mendukung calon yang diusung PKB itu.