Hasil yang dipublikasikan lembaga survei terhadap cagub dari waktu ke waktu berubah. Seiring mengikuti perkembangan dan dinamika yang terjadi di masyarakat Jawa Tengah. Pada masa awal awal sosialisasi HM. Tamzil menempati urutan teratas, berikutnya digeser oleh Bambang Sadono. Awal April diduduki oleh Sukawi dan terakhir di penghujung bulan April diduduki oleh Bibit Waluyo.

Mesin politik Bibit Waluyo sudah menampakkan gerakannya dengan maraknya spanduk dan baliho pasangan ini di seluruh penjuru Jateng. Pantauan dan himbauan DPP yang menginstruksikan agar kadernya total mendukung sekilas sudah nampak. Apakah ini kesadaran anggota partai atau tekanan dari DPP masih menjadi ujian tersendiri. Karena masing masing kader partai dan dari partai manapun persiapan tidak hanya pilkada saja tetapi masih ada persiapan pemilu legislatif 2009 mendatang. Sehingga persiapan peluru finansial perlu prioritas penggunannya.

Beban biaya pilkada tidak dapat dibebankan kepada kader kader partai tetapi porsi yang terbanyak adalah dari sang calon itu sendiri. Hitung hitungan dan balas jasa tentu menjadikan perhatian tersendiri. Bila cagub mengandalkan mesin partai tidak bisa menjadikan jaminan dan yang perlu dibangun adalah adanya relawan relawan yang akan bergabung untuk mendukungnya. Ini merupakan potensi tersendiri dan perlu digarap dengan seksama.

Menilik hasil hasil survei yang pernah dilakukan, keakuratan data masih bisa dipertanggungjawabkan. Ini terbukti dari hasil hasil survei dan perhitungan cepat pada pilkada pilkada di Indonesia hasil akhir adalah mendekati keakurasiannya