Obrolan ini ketika disela sela waktu istirahat pada suatu acara yang memang di ikuti oleh perwakilan dari 35 daerah Kab/Kota di Jateng. Obrolan seputar pilkada yang dalam waktu dekat ini akan berlangsung. Masing masing peserta menceritakan suasana di daerahnya masing masing. Mulai dari pemasangan tanda gambar, antusime masyarakat dan seterusnya. Ada hal yang disampaikan bahwa dari kelima calon tersebut yang dosanya paling sedikit adalah pasangan M. Tamzil – Rozak. Lalu ada yang menyanggah bahwa anda belum tahu bagaimana dia mimpin Kudus. Masyarakat Kudus saja tidak sreg dengan bupatinya. Ini hanya sekilas pendapat orang saja.

            Namun disisi kompetensi masing masing calon mempunyai kekuatan sendiri sendiri. Pasangan Bambang-Adnan, disamping sebagai ketua DPD Golkar Jateng dan M. Adnan dari PB-NU mempunyai basis massa yang kuat dan punya pengalaman politik yang mumpuni. Pasangan Bibit Waluyo-Rustriningsih juga mempunyai pengalaman hebat sebelumnya dalam memimpin Pangdam dan Kostrad serta Rustriningsih mempunyai keahlian dan kepiawaian sebagai bupati. Agus Suyitno-M.Kholig demikian halnya mempunyai massa yang cukup diandalkan. Pasangan Sukawi-Sudharto juga mempunyai pengalaman politik yang cukup disegani dan didukung oleh partai yang ditakuti partai besar. Terakhir Tamzil-Rozak yang diusung PPP juga mempunyai kemampuan yang luar biasa disamping muda juga visioner.

            Dari pasangan cagub yang telah ditetapkan KPU tersebut. Kelima pasangan tersebut bisa dianggap sebagai produk yang siap dilaunching ke pasar yaitu pasar masyarakat Jateng untuk memilihnya. Untuk memenuhi target tentu dipersiapkan segala sesuatunya mulai dari analisis SWOT, Positioning, dan berbagai analisis manajemen yang beredar disekitar kita. Tokoh pemasaran alias team sukses harus dicarikan diluar partai dan tentu ada kontrol dari partai pengusung. Team sukses harus dibekali dengan ilmu ilmu pemasaran bahkan kalau bisa membayar ahli pemasaran. Lebih dari itu harus ada inovasi inovasi untuk mengenalkan lebih dekat kepada rakyat terhadap pasangan yang diusung. Demikian obrolan pada siang hari itu sehingga ini dapat menjadi inspirasi baik itu simpatisan, pendukung maupun pada siapa saja yang berkepentingan dalam gawe pilkada mendatang.