Para pengasuh pondok pesantren menjadi target market utama bagi setiap team sukses terhadap produknya yaitu pasangan yang diusungnya. Packaging yang menarik adalah salah satu cara agar konsumen membelinya. Demikian halnya pada calon gubernur. Siapa yang bagus dan menarik dalam mengemasnya, konsumen akan membelinya atau rakyat akan memilihnya. Demikian halnya dalam pemilihan gubernur. Terbukti team sukses yang mengusung pasangan Sukawi – Sudharto telah membuktikan melalui pendekatannya atau pemasarannya dan menentukan positioning. Sehingga para kiai di PKNU sudah menyatakan mendukung pasangan ini. Walaupun bagian PKNU yang berasal dari kaum nasionalis menentangnya. Ini merupakan bagian kerja team sukses yang bergerak melakukan menjualan langsung ke konsumen dan disambut oleh yang sepakat mengadakan perikatan.

            Di pilkada jateng ini juga bisa dikatakan pertarungan dua jenderal yang tentu menarik disimak oleh masyarakat. Pernyataan KSAD bahwa memalukan bila jendral kalah bersaing atau kalah dalam pilkada. Ini tidak ada istilah memalukan karena kekuasaan haruslah diperebutkan dengan mengatur strategi. Hal yang lumrah karena yang maju kan sudah pensiunan. Tentu pengalaman pengalaman sang jendral ini juga sangat mengagumkan. Untuk itu juga perlu dibentuk prajurit prajurit yang piawai memasarkan agar laku dijual.

            Inilah kerja team sukses atau prajurit pemasaran. Harus bersaing menyusun packaging dan bagaimana memasarkannya. Ketidaksetujuan kalangan nasionalis di tubuh PKNU bisa menjadi pelajaran team sukses lain dalam meraih dukungan yang maksimal. Tugas yang terpenting lagi adalah tem sukses harus mensosialisasikan agar pilkada ini meminimalkan golput.