Nomor 1 ditempati Bambang – Adnan, nomor 2 ditempati Agus Suyitno – Kholiq, nomor 3 Sukawi – Sudharto, nomor 4 Bibit – Rustriningsih, nomor 5 Tamzil – Rozak. Demikian hasil undian pasangan yang disiarkan KPU 29 April 2008 lalu. Secara kebetulan nomor ganjil diperoleh pasangan cagub dari sipil sedangkan nomor ganjil diperoleh pasangan cagub dari pensiunan militer.

Sipil militer oleh sebagian masyarakat mengatakan tidak masalah. Adapula sebagian masyarakat yang menghendaki dari kalangan militer agar aman. Namun juga sebagian masyarakat lagi mengatakan kalau Jateng mau maju ya dipegang sipil. Pendapat masyarakat seperti itu sah sah saja. Masing masing pasangan mempunyai lebih dan kurang nya. Tetapi semua calon ini berkeinginan agar Jateng menjadi sejahtera dan akan mengatasi kemiskinan. Masyarakat tentu akan mempunyai penilaian tersendiri baik itu karakter, pengalaman, kedekatan dengan berbagai kalangan dan seterusnya.

Hingga saat ini masyarakat mengatakan bingung mau memilih siapa dari kelima cagub tersebut. Mengingat perubahan apa yang akan terjadi setelah pilgub nanti. Tanda tanya ini selalu muncul bahkan tak pilih nanti ya tidak mempengaruhi profesi saya sekarang. Ternyata lontaran ini hampir sama bila kami temui di berbagai wilayah di Jateng. Berbeda dengan antusiasme masyarakat dari daerah asal calon yang masih lumayan. Walau secara hitung hitungan statistik belum diketahui diperkirakan jumlah golput akan semakin besar.

Kunci sukses agar calon dapat simpati pada masyarakat adalah dalam kampanye nanti sebentar menanggalkan dari mana partai pengusungnya. Skill individu cagub akan diuji terhadap kebijakan yang akan dilakukannya. Tentu yang harus diketahui adalah kebutuhan rakyat Jateng itu apa? ini yang pertama tama harus digali. Masalah yang dihadapi itu apa. Kekuatan kekuatan yang telah ada itu apa? Dan bagaimana mengeksploitasi kekuatan kekuatan itu untuk menuju arah yang lebih baik. Bilamana cagub memperhatikan hal ini tentu akan datang dengan sendirinya relawan relawan yang datang untuk mengajak bersama sama memilihnya. Rakyat Jateng dengan segala potensi yang ada tentu akan merapat pada cagub yang programnya masuk akal baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.