Sejak kampanye dimulai tanggal 6 Juni hingga saat ini. Dari pengamatan secara umum pelaksanaan kampanye berjalan tertib. Antusias masyarakat boleh dibilang biasa biasa saja. Ketika iring iringan kendaraan dari pasangan calon berpapasan juga tertib tidak ada timbul kekacauan. Berdasarkan pengamatan dilapangan itulah kiranya pelaksanaan pemilu pilkada Jateng akan berjalan aman dan tertib.

Yang perlu mendapatkan catatan disini adalah kualitas kampanye hampir semua pasangan melakukan kunjungan ke pasar – pasar. Sehingga bisa dikatakan kualitas kampanye saat ini mengalami penurunan. Pemanfaatan ruang media untuk berdialog masih minim. Sehingga masyarakat masih bertanya tanya apa yang akan diperbuat bagi cagub terpilih nantinya.

Sehingga perlu adanya pendidikan politik bagi masyarakat dan ini merupakan tanggungjawab juga pada parpol dalam melakukan sosialisasi dan edukasi terus menerus. Karena pasangan ini diusung dari parpol. Biaya pilkada tidak sedikit dan demokrasi memang menelan biaya yang tidak sedikit.

Mencoba pengamatan di beberapa wilayah di Kab. Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Kebumen, Pati, Magelang. Perolehan suara tertinggi pada putaran pertama berkisar antara 36 – 39 %. Sehingga dimungkinkan pilkada Jateng mengalami dua putaran.