Rasa syukur dan haru tentu dirasakan oleh pasangan yang diusung PDI-P yaitu Bibit Waluyo  dan Rustriningsih. Walau KPUD belum mengumumkan secara resmi namun hitungan sementara perhitungan cepat Bibit-Rustri unggul dari calon calon lainnya. Ada hal yang menarik yang akan kami sampaikan disini adalah kaitannya dengan dukungan pasangan ini yang mungkin pihak pengurus partai tidak tahu. Mungkin dikatakan relawan atau simpatisan boleh juga. Namun ini tidak ada kaitan secara emosional atau urutan historisnya. Dari kelima cagub yang bertarung hanya pasangan Bibit yang membuat program dan riil dapat dilakukan yaitu pengembangan kawasan melalui forum FEDEP. Di Jateng dari 35 Kab/Kota telah terbentuk 32 Kab/Kota yang telah membentuk FEDEP. Kalau dirunut FEDEP ini mempunyai masa yang cukup banyak khususnya para pengusaha kecil (UMKM). Kebetulan kami dapatkan SMS dari kawan yang aktif di FEDEP untuk mengajak nyoblos nomor 4, dikatakannya nomor 4 yang hanya bisa dicoblos. Kawan kami ini sepengetahuan kami juga tidak ikut partai manapun dan hanya menekuni profesinya sebagai professional saja. Benar saja lha pasangan yang lain laki laki semua. SMS yang dikirim menjelang pencoblosan ini sangat efektif juga hingga prediksi perolehan suara melampaui target sebesar 44% dari target semula. Perolehan suara ini juga aktifnya kader kader PDIP melakukan inovasi dengan mendatangi rumah rumah dan mengajak orang orang nyoblos, bahkan harus meranyunya dengan mentraktir dan sekedar rokok ternyata disambut antusias. Nek ora diparani ora bakalan nyoblos mas…(demikian ungkapnya).