Ketika Bibit Waluyo terpilih menjadi gubernur Jateng melalui proses pilkada yang cukup kondusif, sehingga muncul lah penghargaan kepada pelaku pemilu damai pada saat kampanye hingga pencoblosan. Dengan harapan pemberian penghargaan ini kesuksesan pilkada di Jateng dapat sebagai contoh kepada daerah daerah lain. Namun coba kita menengok apa yang dilakukan kepala daerah setelah terpilih. Tentu pandangan masyarakatnya tertuju pada sosok pimpinan terpilih. Segala tindak tanduk dan tutur katanya akan selalu diperhatikan masyarakatnya. Ini sebagai konsekuensi sebagai pemimpin harus mengerti keinginan rakyatnya dan mengatur waktunya untuk memikirkan berbagai hal yang dihadapi daerah dan warganya berujung pada pengambilan langkah kebijakan.

Sebagai contoh, gubernur Bibit Waluyo baru baru ini telah mengangkat staff ahli namun di masyarakat hangat terjadi pembicaraan atas diangkatnya para staff ahli tersebut. Walaupun pengangkatan tersebut tidak menyalahi aturan bahkan telah ada peraturannya. Namun sorotan masyarakat akan tertuju pada siapa yang diangkat tersebut. Tentu yang diangkat adalah orang orang yang dulunya membantu atau disebut team suksesnya dulu. Hal ini wajar di dunia perpolitikan. Namun apa yang menarik dari hal ini, sehingga kami ingin mengetahuinya. Ada beberapa ungkapan ungkapan masyarakat yang kami terima baik dari kalangan birokrasi maupun dari rakyat jelata bahkan dari beberapa pengamat. Informasi ini kami peroleh dari berbagai situasi. Mulai dari obrolan makan siang di suatu warung, obrolan di sela sela coffe break seminar, di kantor birokrasi, bincang bincang dengan wartawan di suatu ruang press room, lingkungan warga RT, antrean pembayaran listrik, antrean kasir bank.

Ternyata dari rasan rasan tersebut ada juga yang berani bicara blak blakan di media koran maupun elektronik. Sehingga sampai juga di meja gubernur sehingga ada reaktif dari gubernur untuk menanggapi hal itu mulai dari pemanggilan LSM vokal, pernyataan sanggahan hingga tidak perlu ditanggapi. Kalau diamati ini terletak pada gaya kepemimpinan seseorang. Tiap orang akan berbeda namun sudah ada sejak dulu ilmu ilmu kepemimpinan namun itu tergantung pada situasi dan wilayah untuk penerapannya. Warga Jateng memang unik, sehingga terjadi mitos bahwa pejabat yang pernah memimpin di wilayah Jateng tentu kariernya cepat menuju puncak dan punya kedudukan di ibukota Jakarta. Ada yang menyatakan Jateng kawah condrodimuko pemimpin di tingkat nasional. Mengingat masyarakat dan budayanya bisa dikatakan mewakili karakter bangsa.