Pemilu yang ke 11 kalinya di Indonesia akan dilangsungkan 9 April 2009 mendatang. Persiapan yang dilakukan oleh KPU selaku penyelenggara dan Partai sebagai peserta pemilu sudah bersiap diri menyambut pesta demokrasi. KPU sebagai penyelenggara dengan sisa waktu yang ada telah safari ke berbagai elemen masyarakat untuk melakukan sosialisasi. Walau banyak kritik yang dialamatkan kepadanya terkait persiapan penyelenggaraan. Disisi Partai melalui para kadernya yang terdaftar pada bursa pencalegan aktif memberikan pendidikan politik yang banyak kita jumpai di sepanjang jalan bila kita berpergian ke berbagai daerah. Ajakan untuk tidak golput dari spanduk spanduk merupakan indikator bahwa para caleg juga memberikan pendidikan politik kepada masyarakat didaerah pemilihannya. Semantara ini perlu diperhatikan oleh masyarakat calon pemilih adalah kualitas para caleg. Dan juga menjadi perhatian para partai mengenai jago yang ditampilkan pada kertas suara.

Yang menarik dalam jelang pemilu legislatif 2009 ini adalah teman teman dekat, relasi dan semua orang yang pernah kami temui dalam forum formal maupun tidak formal ternyata ikut menjadi caleg dari berbagai partai peserta pemilu. Kami menghargai perjuangan mereka dijalur politik. Dari kapasitas dan kemampuan mereka sangat tidak diragukan demi bangsa ini. Namun berdasar pengalaman pada pemilu pemilu sebelumnya mereka ini tidak terpilih. Dan seperti kita lihat banyak anggota dewan hasil pemilu lalu menjadi bermasalah dan berurusan dengan kasus hukum. Karena pemilih tidak mengetahui sebelumnya mengenai kapasitas para caleg. Dengan sistem suara terbanyak untuk pemilu 2009 mendatang kita tunggu hasilnya apakah kualitas anggota dewan yang duduk di Senayan maupun di Daerah akan ada perubahan yang signifikan.