Pemilu legislatif 2009 dengan sistem suara terbanyak berakibat munculnya praduga jual beli suara oleh sebagian pengamat politik. Disisi lain bagi caleg dimasing masing partai urutan atas tidak bisa leha leha begitu saja. Sesama kader harus fight bertarung untuk bisa menduduki kursi Dewan. Segala upaya mengkomunikasikan agar dipilih oleh pemilihnya tentu mengatur beberapa strategi pemasaran. Sebelumnya dugaan pemberian nomor urut suatu caleg berdasar kedekatan dari petinggi petinggi partai. Namun situasi pemilu 2009 nanti memberikan kesempatan kepada caleg urutan bawah atau nomor sepatu untuk membuktikan ketenarannya terhadap masyarakat. Sinyalemen ini dikuatkan oleh ketua PAN bagi kader PAN yang bisa masuk kursi legislatif atas jerih payahnya sendiri akan diberikan konpensasi hadiah. Menarik tentu bagi caleg yang maju melalui partai ini. Selanjutnya sistem suara terbanyak ini ada yang mendapatkan berkah maupun ada yang berkahnya menjadi berkurang. Kembali kepada para kader partai yang bertugas memberikan pendidikan politik pada masyarakat agar lebih optimal memberikan informasi informasi yang berguna bagi siapa saja.