Obrolan disela sela coffe break suatu acara. Dalam obrolan ini tema pembicaraan mengarah kepada hangatnya pemberitaan hubungan antara SBY dengan JK. Pak Jatmiko melontarkan siapa yang pantas menjadi Capres yang berkompetisi menghadapi SBY atau Mega? Pak Anung menjawab, untuk tokoh reformasi yang belum kebagian jabatan adalah Sultan. Pak Amin sudah, di MPR, Gus Dur sudah pernah jadi persiden, Bu Mega juga sudah pernah jadi Sultan yang belum kebagian katanya. Pendapat pak Anung di iyakan oleh pak Wiwik alasannya adalah Sultan juga sudah memberanikan diri maju dan didukung oleh partai Republikan tetapi Sultan kan kader Golkar yang punya massa besar. Pak Gani menimpali bahwa Sultan berhadapan dengan JK karena sebagai ketua umum. Biasanya di Indonesia ketua umum partailah yang maju menjadi kandidat. Buru buru bu Ning memotong dan menyampaikan agak sulit jika Golkar mengusung JK mengingat di masyarakat pada tahun kemaren kemaren menganggap kesulitan minyak tanah dan seterusnya ini polah betara Kalla kok mau jadi presiden. Inilah gambaran masyarakat yang membicarakan Capres pada Pilpres mendatang. Apakah ada alternatif lain yang maju, obrolan ini terhenti karena kita belum tahu siapa pemenang pemilu legislatifnya yang nantinya berhak mengusung Capres dan Wapres. Masih jauh untuk membicarakannya itu mengingat kawan kawan masih berkonsentrasi dan mengatur strategi agar bisa menduduki di kursi Dewan.