Para petinggi partai sudah mulai melakukan pendekatan pendekatan dan menyusun strategi setelah melihat hasil perhitungan suara yang diperolehnya. Partai Golkar yang dikomandani Yusuf Kalla pada saat itu melontarkan “Lebih Cepat Lebih Baik” dan penuh keyakinan akan memenangi pertarungan di pemilu legislatif. Semua ini akan berubah mengingat hasilnya yang jeblog itu. Hasil jeblog ini tidak hanya Golkar namun dialami juga oleh PPP, PKB bahkan PDIP. Sehingga yang dikatakan Golput lebih besar. Ini perlu diteliti kembali mengingat kisruh DPT hampir merata di semua wilayah di Indonesia. Data yang diambil KPU berdasar dari Depdagri. Sehingga ketahuan kinerja Depdagri juga seperti itu itu saja. Ini pelajaran sangat berharga untuk rekonstruksi perbaikan.

Salah satu faktor turunnya suara partai partai tersebut dari hasil wawancara dengan beberapa caleg adalah kurang adanya koordinasi caleg DPR-RI dengan Caleg  DPR-I dan II. Caleg DPR-RI tidak mau turun mendengar aspirasi bawahannya seolah olah bekerja sendiri. Ini keluhan yang disampaikan.

Sudah saatnya Partai hitung hitungan mengusung seorang calon presiden. Tentu SBY akan diusung Demokrat. Namun bagamana dengan Megawati apakah mau maju kembali. Ini merupakan hak Megawati mau maju atau tidak. Megawati yang merasa sebagi perempuan dan penduduk Indonesia banyak perempuannya kok tidak memilihnya. Ini kenyataan di pemilu 2004. Para perempuan lebih senang memilih SBY yang mempunya postur gagah. Bila jeli pihak partai yang akan berkompetisi dengan SBY nanti paling tidak harus dari kalangan Jendral pula. Masyarakat Indonesia masih senang dipimpin dari kalangan militer. Kompetitor yang signifikan bagi SBY sebenarnya adalah Prabowo Subianto. Sama sama jendral dan sama sama gagah pula. Alasan ini diperkuat dengan Gerindra sebagai partai pendatang baru mampu menempati posisi urutan 10 besar. Di daerah daerah sudah termotivasi ajakan Prabowo melalui iklannya beberap waktu lalu yaitu mengoptimalkan SDA untuk kesejahteraan bangsa sendiri. Tidak hanya itu saja, Prabowo diluar partai juga telah merekrut sarjana sarjana yang dididik dan dibekali sebagai pendamping kegiatan ekonomi perdesaan yang disebarkan ke seluruh Indonesia. Semangat bangkit menuju kemandirian ekonomi harus ditegakkan dan konsep ini sudah dilakukan oleh Prabowo. Bila ada partai yang dapat mengusung Prabowo menjadi kompetitor SBY pertarungan akan lebih seru. Kita tunggu sampai pilpres 209 mendatang.