Kekecewaan PAN dan PKS dalam menjalin koalisi dengan PD dalam memilih wapres SBY untuk mendampingi Pilpres mendatang adalah untuk menaikkan posisi tawar kepada SBY mengenai bagi bagi kekuasaan nantinya. Posisi menteri biasanya yang diperebutkan. Hal ini sudah biasa dan terbaca pada pilkada pilkada di daerah. PKS dan PAN lebih senang mendekati yang diatas kertas akan memenangi pertarungan. Demikian halnya pada Pilpres. PKS dan PAN adalah partai yang realistis melihat peluang ini sehingga kedua partai ini kecewa dengan SBY memilih Boediono adalah sebagai dasar untuk menaikkan daya tawar menteri apa yang dibagikan nanti. Kita lihat saja nanti apakah pengamatan ini sesuai dengan kondisi dilapangan nantinya.