Ketiga Capres dalam mendeklarasikan pasangannya menganut ajaran Soekarno. Coba kita simak pasangan SBY-Boediono mendeklarasikan di Bandung yang maknanya sebagai kota Perjuangan yang dikenal dengan Bandung Lautan Api. Dengan harapan pasangan ini dapat mengobarkan semangat perjuangan.

Pasangan JK-Wiranto juga melakukan deklarasi di tugu proklamasi, yang mengingatkan pada kita semua detik detik pembacaan Proklamasi Kemerdekaan. Ini juga menggambarkan pasangan JK-Wiranto berharap semangat dan landasan kemerdekaan terus diupayakan dalam rangka mengisi kemerdekaan.

Begitu juga Megawati-Prabowo mendeklarasikan di Bantar Gebang yang konon tempat wong cilik dalam mengais rejeki dari sampah. Merupakan pembelaan kaum marhaenis yang perlu diperjuangkan martabatnya juga merupakan ajaran Soekarno.

Ternyata ketiga Capres ini tidak melupakan tokoh nasionalnya sendiri yaitu Soekarno. Sehingga dalam pertarungan merebutkan kursi persiden pun napak tilas Soekarno diterapkan pada saat ini. Namun bagaimana degan Megawati yang secara biologis putri Soekarno. Dapatkah Mega-Pro menarik simpati pemilihnya. Walau beberapa pengamat politik mengatakan kampanye dengan menjual Soekarno sudah tidak relevan lagi. Namun kenyataannya ketiga Capres tidak melupakan jasa jasa Soekarno.