Ada hal yang menarik pada pilpres mendatang mengenai dukung mendukung. Kalau di Jateng jajaran mantan penguasa provinsi ini merapat menjadi team sukses SBY-JK. Akan tetapi sama halnya beberapa purnawirawan juga merapat pada kubu JK-WIN. Semua itu sah sah saja dalam berdemokrasi. Tidak hanya itu saja beberapa petinggi partai pun terpecah dalam memberikan dukungan. Kalau melihat tingkat elektibilitas kubu SBY-Boediono mempunyai kans menang sangat besar. Sehingga petinggi partai pun mengambil langkah mendukung pasangan yang layak jual ini. Karena bila pasangan yang didukung menang tentu akan kebagian kue kekuasaan. Banyak tokoh yang merapat pada kubu JK-Win karena mempunyai alasan masing masing. Ada yang beralasan keanekaragaman suku dan ada juga yang menganggap SBY Berbudi terlalu percaya diri untuk memenangkan kembali. Ada juga yang menganggap JK seolah olah teraniaya selama ini karena perannya tidak dihargai. Tapi bagaimanapun juga dari ketiga pasangan Capres mempunyai kantong yang sama yaitu 55% dan selanjutnya 45% adalah golput. Sehingga dua putaran sangat memungkinkan. Pasangan yang bisa mengajak golongan 45% ini adalah yang bisa memenangkan pertarungan.