Antara Panwaslu dan Tim Sukses nampaknya kurang komunikatif. Ini terjadi di Jateng pada saat deklarasi Gerakan Lanjutkan SBY Presiden (GLSP) yang berujung pada pelaporan Panwas ke Polisi. Kejadian ini bermula GLSP yang dikoordinir Ahmad Turmuzi mengadakan deklarasi di Semarang dengan dihadiri oleh Alex Asmasoebrata dan Hayono Isman dianggap menghina Panwas Jateng. Anggota Panwas yang hadir pada saat itu menanyakan untuk klarifikasi penyelenggaraan yang disinyalir sebagai kampanye. Namun oleh panitia ditanggapi Panwas sebagai provokator. Sehingga terjadi saling dorong mendorong dan terjadi ejekan yang dianggap menyudutkan Panwas.

Acara tersebut sebenarnya bila ada komunikasi tentu tidak sampai demikian hingga berlanjut pelaporan pada polisi oleh Panwas. Rahmulyo salah satu anggota Panwas meminta klarifikasi kepada panitia. Karena Rahmulyo oleh sebagian orang dikenal sebagai pencari gara gara semenjak pilkada walikota Semarang yang lalu sampai yang getol mengusut Sukawi untuk diproses kasus hukumnya ini merupakan salah satu penyebab timbulnya kesalah pahaman. Disatu sisi Panwas mau menegakkan peraturan pemilu disatu sisi GLSP sebagai pemain yang ingin menggolkan idolanya. Dari hal kecil inilah Indonesia masih harus belajar membangun komunikasi dan saling menghargai.