Ternyata dalam debat Capres pada Kamis malam 18 Juni lalu yang membekas dalam hati pemirsa non pendidikan seperti mas Kasno adalah pernyataan JK pada akhir debat atau pada saat penutupan. Kalau dalam suatu pelatihan pak JK sebagai ice breaker nya yaitu saat melontarkan ” Kalau kemarin Bu Mega mendelegasikan ke Pak SBY sebagai presiden harusnya pak SBY yang akan datang mendelegasikan pada saya” kira kira begini yang diucapkan pak JK. Lontaran ini merupakan joke yang ditunggu tunggu dan memang pemirsa cukup gerr juga.

Debat capres yang digagas KPU dan disiarkan oleh Trans 7 walau banyak komentar yang melontarkan itu bukan sebagai debat namun sebagai drama tanya jawab saja yang kelihatan sebelumnya telah di stel terlebih dahulu. Tetapi ini sudah oke kata Kasno, lha kita lagi sama sama belajar demokrasi. Namu ketiga capres sudah kelihatan performanya. Walau Bu Mega sebelumnya menjadi bahan pertanyaan apakah bisa ngomong pada saat debat, ternyata cukup menawan juga. Ketiga Capres sudah menunjukkan sebagai negarawan. Tinggal bagaimana team kampanye mengemasnya. Karena team kampanye sebagai juru masak untuk menjual calonnya. Seperti langkah JK yang manuvernya cepat sekali sampai kedaerah daerah dengan menerapkan teknik SMART. Alhasil gerakan JK ini dianggap menghawatirkan oleh team sukses SBY di daerah yang merasa diatas angin menang. Sehingga dalam pooling perolehan peringkat untuk JK mengalami kenaikan popularitas, walaupun SBY masih pada peringkat atas. Kesigapan JK dalam meraih peluang dan bertindak cepat inilah yang disukai oleh kaum muda. Sehingga nyata nyata asosiasi yang beranggotakan pengusaha muda pun mendukungnya. Sama halnya Mega-Pro sebagai kuda hitam akan main habis habisan pada putaran kedua nanti. Mengingat pada putaran ini sangat menentukan. Istilahnya persenjataan team sukses dan relawan relawanya sudah siap dan tinggal diberi pelurunya saja.