Minggu pagi 21 Juni pada saat orang orang pada jalan kaki di seputar bandara terlihat lalu lalang mobil kijang dengan label dibelakang bertuliskan Paspampres. Wah siapa lagi yang akan datang, pak SBY atau pak JK. Ternyata setelah sampai pada jalan Pandanaran yang merupakan pusat oleh oleh kota Semarang telah di jaga puluhan polisi dan tentara. Oo alah ternyata pak JK sowan kembali ke Semarang. Kelihatannya Semarang dan Jawa Tengah pada umumnya sering dikunjungi oleh pak JK. Benar pak JK beserta ibu ke Semarang dan mampir ke Pandanaran, tahu setelah dengar berita di TV. Ternyata agenda pak JK pada saat itu ke Solo. Memang sepanjang jalan dari Semarang ke Solo ramai spanduk JK-Wiranto dan SBY-Boediono. Nampaknya team sukses kedua pasangan ini getol menggarap suara di Jateng. Demikian halnya sepanjang perjalanan Semarang – Jepara spanduk SBY sangat mendominasi. Dugaan sementara orang team sukses SBY-Boediono menginginkan pilihan presiden satu putaran nampak terbukti. Juga spanduk bertuliskan “Pilpres satu putaran = 4 trilyun kalau dua putaran = 8 trilyun” ada di sudut sudut kota.

Wah kompetisi seperti ini kok ndak ada di debat capres ya? kata Rino. Mudah mudahan tidak ada debat di putaran kedua ya, katanya. Kalau ada nanti santai aja, malah menyarankan agar Bu Mega pada saat penutupan supaya bilang ” Lebih Cepat Lebih baik dan Lanjutkan ke Mega-Pro. Ngimbangi joke pak JK pada debat putaran pertama yang lalu.