Tarno, sebagai simpatisan suatu partai salah satu pengusung Capres menggerutu begini ” wah masa kampanye ini kok hanya diberi atribut saja”. Selidik punya selidik ternyata Tarno diserahi kaos, stiker, spanduk akan tetapi tidak ditinggali ongkos pemasangan. Sehingga atribut tersebut dibiarkan olehnya menumpuk dirumah. Kampanye sekarang sepi, caleg caleg yang sekarang jadi susah dihubungi. Tarno bertanya tanya dalam hatinya dan mereka reka apakah stamina para caleg sudah habis pada pileg yang lalu. Pertanyaan seperti ini ternyata dirasakan oleh sebagian para simpatisan partai pengusung Capres. Ada yang menganggap perekrutan team sukses tidak seperti dulu lagi. Kalau sekarang perekrutan menggunakan langkah intelijen karena dari ketiga Capres berunsur dari angkatan. Inilah yang menjadi anggapan kalangan bawah.

Ternyata ada istilah pekerja politik, siapa yang memberikan kontra prestasi. Itulah calon yang didukungnya. Pada masa kampanye juga bisa menjadikan suatu pekerjaan musiman yang dapat menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhannya.