Puja dan puji syukur telah terpilih sebagai menteri tentu akan dirayakan oleh nama nama yang tercantum dalam susunan kabinet SBY 2009-2014. Dan yang ikut berbahagia tentu keluarga, handai taulan, kerabat dekat akan kecipratan kebahagiaan tersebut. Kumpul kumpul dan makan makan minimal dilaksanakan. Penantian para pimpinan partai yang susah payah telah membangun koalisi untuk menikmati kue kekuasaan terlaksana sudah. Walaupun ini sebagai pembantu, namun pembantu ini mempunyai kekuasaan dan kewenangan atas bidang yang dijabatnya. Adanya penilaian baik dan buruknya terhadap menteri yang dipilih oleh presiden merupakan tanggungjawab penuh presiden selaku mandataris yang dipilih secara langsung oleh rakyatnya. Ternyata orang kecil di daerah pun memberikan penilaian susunan kabinet. Rata rata penilaian ditujukan pada tim ekonomi yaitu pada pak Hatta Rajasa, mereka bilang ketika memegang menteri perhubungan saja tidak beres kok dijadikan menteri ekonomi. Tentu hal ini yang tahu adalah presiden yang memilihnya. Karena berbagai demo diluar banyak yang menentang neoliberalisme sehingga pilihan menteri perekonomian diberikan kepada Hatta Rajasa. Apalagi Hatta Rajasa sangat loyal pada presiden dan sudah sepantasnya menerima imbalan tersebut. Aneh lagi menteri pariwisata yang di daerah dikenal Zero Wacik (plesetan) program pariwisatanya yang lama kelamaan semakin zero saja. Ini kata orang orang di daerah. Entah benar dan tidaknya semoga kritik yang ada tidak melemahkan semangat kerja para menteri yang baru. Selamat kepada para menteri yang telah terpilih melaksanakan tugas negara. Semoga kebijakan kebijakan yang dihasilkan selalu bermanfaat bagi rakyatnya.