Pembelajaran yang bisa dipetik dari ontran ontran terbitnya buku Gurita Cikeas karangan George Adicondro adalah mengingatkan pada kita semua akan langkah semasa mendapatkan suatu amanat dari suatu jabatan. Buku tersebut tidak ada hal yang luar biasa, mengingat kita selalu disajikan kritikan atau ketidakpuasan mulai dari presiden Soekarno, presiden Habibie, Presiden Abdurahman Wahid, Presiden Megawati hingga presiden SBY. Kritikan tersebut agar kepekaan terhadap rakyatnya tidak mulai luntur ketika kekuasaan ada ditangan. Lebih lebih adalah sebagian orang yang ada dilingkungan kekuasaan tersebut yang dianggap paling nampak hasrat mempertahankan yang telah diperoleh. Dimasyarakat kita belum menampakan kebersamaan dalam membangun suatu bangsa. Apakah ini sudah warisan kerajaan kerajaan kita dulu atau peninggalan penjajahan Belanda terdahulu.

Kalau kita simak buku tulisan Goerge itu yang mengulas yayasan atau mitra mitra dari SBY yang mendapatkan semacam bantuan itu merupakan hal yang lumrah atas jerih payah dalam upaya memenangkan jagonya. Namun yang menjadi catatan adalah bila kekuasaan terlalu lama akan menjadi congkak. Beruntung disini presiden SBY mempunyai sikap tidak langsung marah, malah yang marah marah adalah orang dilingkungannya. Presiden SBY sudah memberikan contoh baik kepada bangsa ini yaitu ketika meninggalnya Gus Dur, beliau turun dan hadir walau dahulu pernah berbeda pendapat. Semangat seperti ini juga memberikan pembelajaran bagi kita semua akan pentingnya hubungan antar manusia.