Andi Nurpati di kira seorang pria ternyata hanya namanya saja dan sejatinya adalah perempuan itulah anggapan beberapa orang. Namanya kian marak saja tidak usah di branding sudah menjadi terkenal dengan sendirinya. Ini gara gara dia duduk di KPU yang katanya independen namun mau ditawari pindah ke Partai Demokrat yang dipimpim Anas Urbaningrum. Kedua tokoh ini sepertinya kebetulan sama dalam penggunaan nama perempuan di belakangnya yang satu Nurpati dan satunya Urbaningrum. Kalau duduk dalam satu team mungkin ada hoki yang akan diperolehnya. Tentu dalam kaitan perpolitikannya. Dunia perpolitikan sibuk membicarakannya saat ini ada yang minta diadili, ada yang minta harus diberi sanksi dan sebagainya. Kata orang tua, banyak orang pinter yang keblinger dan pandai mengolah kata kata saja. Ini dapat diketahui dari wawancara di TV, obrolan di radio. Ya begitulah kondisi masyarakat kita saat ini masyarakat yang menilainya. KPU bila di ibaratkan sepak bola sebagai wasit ingin mencetak goal. Kira kira begitu anggapan sebagian orang saat ini yang dilanda demam piala dunia.