Tanggal 20 Oktober 2010 ini merupakan satu tahun pemerintahan SBY jilid dua. Ancaman demo, isu penggantian menteri menjadi topik hangat perpolitikan kita. Namun ndak usah kuatir kalau ada keinginan menggulingkan. Dari sisi terpilihnya saja sudah langsung dipilih oleh rakyatnya. Dari berbagai media, pembicaran dan dari talkshow radio hampir sebagian besar merasa tidak puas atas kinerja pemerintahan SBY. Padahal ini merupakan tahun ke enam kepemimpinannya. Tanpa menilai pada pribadi dan kepemimpinannya. Kondisi nyata rakyat masih susah, sebenarnya tugas pemerintah itu bisa fokus pada tiga hal yaitu bagaimana memberikan kesehatan pada rakyatnya, kedua bagaimana membekali kepandaian rakyatnya dan ketiga bagaimana membekali agar rakyatnya bisa berkantong tebal. Bila ketiga hal ini bisa terpenuhi rasa puas masyarakat setidaknya dapat tersalurkan. Ada kritikan yang menyatakan pemerintah ini nggedekke wetenge dewe tidak peduli rakyate. Menteri menteri ini bagaimana? kesannya minta jatah kekuasaan saja. Itulah salah satu pendapat dari masyarakat yang sebagian besar mengkritik presidennya. Ternyata presiden sekarang jadi limpahan kekesalan dan protes serta demo menentang bisa secara terbuka. Pernah kami tanyakan pada salah satu team sukses di daerah ketika pertama kali pilpres secara langsung. Pada waktu itu Ia getol mendukung SBY tapi pada pemilu 2009 lalu kok nyantai saja. Setelah kami tanya mengapa tidak ikut buat team lagi di daerah? tidak, jawabnya SBY itu baik namun orang orang disekitarnya yang membisiki sehingga SBY jadi berubah tidak sepertu dulu lagi. Oh.. inilah salah satu penyebabnya dari sekian ribu permasalahan. Malahan ada usulan pak SBY raut mukanya jangan cemberut  begitu. Mbok ya yang semangat, jadilah motivator, murah senyum biar rakyat bergairah dalam partisipasi pembangunan. Sistem sudah dibuat bagus dari hulu hingga hilir namun siapa yang mengawal ini belum ada. Hampir semua mengkritisi kinerja presiden, namun belum ada yang siap berperan dalam membangun bangsa. Semangatlah pak presiden, beri motivasi para gubernur se Indonesia.