Kita disajikan berita keinginan partai demokrat meninjau ulang koalisi dengan pks dan golkar. Sehingga keinginan mengganti susunan kabinet yang telah ada dengan nama kabinet indonesia bersatu akan menjadi kenangan dan tinggal nama saja. Ini kenyataan dalam sistem pemerintahan kita dalam era demokrasi. Kuncinya adalah kekuasaan dan kepentingan. Sudah banyak para pakar politik, pengamat politik mengulas dari berbagai media. Ada yang terkesan santun dan ada yang menggebu gebu ingin segera koalisi yang membelot segera dikeluarkan. Menjadi tontonan dan berita sehari hari di berbagai media. Ada hal yang menarik disini yaitu PKB dengan Muhaimin selaku ketuanya dekat sekali dengan kekuasaan. Namun diprediksikan kekuatannya akan melemah setelah SBY tidak menjadi presiden lagi. Satu lagi tontonan menarik yaitu Gerindra mendukung penolakan angket pajak. Bisa menjadi investasi gerinda untuk pemilu yang akan datang karena pemilu yang akan datang SBY tidak maju lagi, sehingga butuh pendekatan kepada demokrat untuk mengusung capres yang akan datang. Inilah mau tidak mau kita bangsa indonesia masih belajar dalam berdemokrasi. Hanya waktu nanti yang menjadi saksi dan masuk dalam sejarah bagi pendidikan anak anak mendatang.