Maraknya penolakan atas rencana dibangunnya gedung baru DPR banyak menghiasi pemberitaan nasional. Sampai sampai ada yang mau menggugat segala. Itulah sebagian besar rakyat kita suka berpolemik. Apalagi dengan ketahuannya anggota yang sedang buka situs porno lengkap sudah hujatan pada DPR kita ini atas kinerjanya yang dinilai masih kurang memuaskan. Beruntung yang bersangkutan langsung mengakui perbuatannya dan mengundurkan diri dari keanggotaan DPR. Baru kali ini dan pertama di Indonesia ada pejabat negara yang bersifat jantan. Saat ini terjadi polemik akan tetapi bila benar benar terealisasi pembangunan gedung itu akan menjadi obyek wisata yang bersejarah dan ada historisnya penentangan atas pembangunannya. Mengapa ada partai yang tadinya mendukung menjadi tidak mendukung adalah merupakan dinamika saja yang seolah olah pro pada rakyat yang menolaknya. Bagi yang tidak mempermasalahkan pembangunan gedung baru ada yang berpendapat kalau memang perlu dibangun ya bangunlah tapi minta kinerja ditingkatkan. Fungsi humas DPR sepertinya kurang optimal dalam menjalankan fungsinya. Penilaian negatif masih mendominasi dibandingkan penilaian positifnya. Sudah saatnya ada humas DPR yang menjelaskan kepada masyarakat. Akibatnya sekarang Marzuki Ali yang dikunyo kunyo. Sedangkan anggota yang mendukung sembunyi tangan agar tidak dikecam. Itulah yang terjadi selama ini. Kalau sepakat bangun gedung baru ya jalan terus. Kita masih percaya pada DPR kita dan masih ada sisi baik kinerja yang tidak terungkap.