Gubernur Jateng Bibit Waluyo kembali berseteru dengan para kepala daerah di wilayahnya. Baru baru ini perseteruannya dengan walikota Solo Joko Widodo. Perseteruannya ini berawal pada keinginan Perusda Jateng dalam rangka rencana pendirian Mall di bekas lahan pabrik es Saripetojo yang berada dilokasi Solo. Secara kepemilikan tanah tersebut milik Pemprov Jateng sedangkan secara perijinan berada di wilayah Solo. Sehingga penguasa daerah tersebutlah yang mengetahui kondisi daerahnya terutama dalam persaingan keberadaan pasar modern dengan pasar tradisional. Joko Widodo yang dikatakan bodoh oleh gubernur bersikap santai saja dan sedang mengumpulkan bukti bukti untuk mengajak diskusi agar situasi menjadi adem kembali. Namun yang tidak terima adalah masyarakat Solo yang walikotanya dikatakan bodoh oleh gubernur. Inilah bagian dari akibat otonomi yang telah diterapkan. Secara santun Joko Widodo mengatakan bahwa mengakui saat ini masih bodoh dan ingin belajar kepada siapa saja untuk memperbaiki kinerjanya. Hal seperti ini bila Jokowi akan maju menjadi gubernur Jateng mendatang perseteruannya ini bisa menaikkan rating dan sekaligus promosi secara kebetulan untuk mudah dikenal masyarakat seluruh Jawa Tengah. Forum Komunikasi Masyarakat Solo menilai Bibit arogan dan otoriter. Pernyataan itu melukai hati masyarakat Solo yang telah memilihnya telak dengan suara 90,8%. Mereka juga akan menolak Bibit Waluyo masuk Solo. Hal ini akan berakibat rencana pemprov Jateng dalam melaksanakan kegiatan Visit Jateng 2013 mendatang bisa menjadi hambatan tersendiri. Sehingga perlu ada seorang atau lembaga yang memediasi permasalahan ini agar tidak menjadi berlarut larut.