Grengseng Pilgub Jateng sudah mulai terasa semenjak kesediaan Bibit Waluyo bersedia maju kembali untuk 2013 mendatang. Pemilihan gubernur Jawa Tengah bakal digelar tahun depan karena masa jabatan akan berakhir Agustus 2013. Mantan Pangkostrad itu secara terang terangan memprediksi tahun ini suhu politik Jateng akan memanas. Sejumlah calon yang hendak maju diprediksi akan melancarkan strategi untuk itu. Namun sepertinya ditanggapi dingin oleh masyarakat mengingat pemilihan gubernur lebih baik dikembalikan saja melalui mekanisme di DPRD. Secara kebetulan tahun ini undang undangnya lagi dibahas Kemendagri. Kesediaan Bibit maju karena bila rivalnya Murdoko yang sebagai ketua DPRD sekarang, bila pemilihan langsung rakyat masih akan memilihnya. Persaingan kuat diprediksi sebagai rivalnya adalah Jokowi walikota Solo bila ikut bertanding. Namun hingga saat ini masih terkesan adem ayem saja bila dibandingkan pilgub 2008 yang lalu. Dua tahun sebelumnya para kandidat sudah memasang baliho yang memuat foto dirinya. Sepertinya hampir pasti dalam undang undang pemilukada yang baru pemilihan Gubernur cukup dipilih oleh anggota DPRD saja. Selain tidak memboroskan anggaran dan meminimalkan politik uang. Pemilukada yang dipilih dewan akan lebih praktis. Sekarang walau Bibit Waluyo menyatakan siap. Berbagai kemungkinan tentu akan bisa terjadi. Sehingga ramalan suhu politik akan memanas tetapi justru sebaliknya. Rakyat sudah bosan coblos mencoblos dalam proses demokrasi.