Pilkada DKI pada 11 Juli 2012 lalu merupakan pemilihan yang pertama di ikuti dari peserta luar DKI. Dari perhitungan cepat pasangan Jokowi-Ahok ternyata dapat mengungguli calon juga sebagai Incumbent Fauzi Bowo. Walau sebagai perhitungan sementara dapat juga dijadikan gambaran nantinya pada hasil akhir. Kita yang semula tidak menyangka Jokowi bisa menandingi Fauzi, ternyata masyarakat DKI mempunyai pilihan lain. Sosok Jokowi memang dekat dengan siapa saja, sebagai contoh yang kami alami sendiri. Walaupun Jokowi tidak mengenal siapa kami, namun sambutan yang ramah selaku tuan rumah ketika berkunjung ke Solo cukup mengesankan bagi kalangan siapa saja. Ternyata memang begitu adanya sikap Jokowi, dia bisa membawakan falsafah Jawa tata krama yaitu berhadapan dengan siapa saja, itulah yang dihormati dulu. Walaupun oleh gubernurnya sendiri di Jateng selalu dicibir mencari popularitas, ditanggapi dengan santun. Yang mengherankan lagi adalah dukungan rakyat Solo sendiri mendukung maju dalam Pilkada DKI. Barangkali rakyat Jakarta sudah jenuh dengan rutinitasnya mungkin lebih mengalihkan pada sosok pimpinan yang mengedepankan unggah ungguh dan layanan pada masyarakat secara optimal. Bila begini tidak rugi bila Prabowo yang selalu tampil dalam iklan pilkada DKI. Karena diduga sebelumnya dengan dukungan Prabowo pun Jokowi belum bisa menandingi Foke. Mari kita lihat putaran selanjutnya yang menurut ketentuan ada pilihan putaran kedua.