Ganjar Pranowo akhirnya memenangi pilgub Jateng dan mulai Agustus 2013 nanti menjabat secara resmi sebagai kepala daerah Jateng. Ganjar yang sebelumnya diragukan oleh banyak kalangan siapa sosok ini, karena suaranya di Jateng kurang dikenal. Ternyata dari kurang terkenalnya menjadi tantangan tersendiri. Sebelumnya ada mitos yang beedar di masyarakat bahwa calon yang diusung dari PDI-P pasti memenangi pertarungan pilkada. Hal ini telah terbukti sejak gubernur Mardiyanto hingga Bibit Waluyo. Namun hal ini ternyata juga dibuktikan dengan kemenangan Ganjar yang diusung oleh PDIP. Selain di dukung oleh partanya, ternyata sosok Ganjar orang yang supel mau berkenalan dan menyapa masyarakat dari segala tingkatan. Juga pengalaman selama di DPR RI menjadi modal yang cukup. Setelah melalui interview di beberapa daerah mengenai pemilihan gambar. Hampir sebagian besar memilih foto pasangan yang tidak berdasi. Pemilihan foto dalam kartu suara yang tidak berdasi dan hanya memakai kemeja biasa ternyata menjadi minat para pemilih di Jateng untuk mencoblosnya. Tidak hanya itu saja pemilih dari kalangan muda pun ternyata pilih Ganjar karena sosok yang masih muda. Juga kalangan ibu ibu atau para wanita memilih Ganjar karena gantengnya, seperti yang disampaikan seorang ibu setelah keluar dari TPS saat pencoblosan 26 Mei 2013 lalu. Soal visi misi tidak menjadi daya tarik. Daya tarik yang lain adalah slogan mboten ngapusi lan mboten korupsi yang mudah di ingat dan sering muncul dalam iklan iklan radio di perdesaan. Hal ini sangat membantu sekali. Apalagi kurangnya sosialisasi Pilkada oleh KPU dapat dioptimalkan oleh tim sukses PDIP untuk menjelaskan bahwa di Jateng ada pemilihan gubernur. Karena di tingkat perdesaan sebagian besar warga bahkan kepala dusun pun belum tahu pasti pilkada itu dilaksanakan. Sehingga mesin partai yang berkekuatan penuh turun langsung ke masyarakat mempromosikan adanya pilkada dan untuk memilih pasangan sing ganteng dewe.