Harapan wong Jateng memilih Ganjar sebagai gubernur muda gantikan Bibit agar ada perubahan atau gerakan terkait nasib rakyat Jateng maupun pembangunan ternyata biasa saja. Bahkan dinilai hanya omong saja, janji program mandiri pangan tidak ada suaranya lagi. Konsep Jateng ijo royo royo juga tidak ada langkah yang nyata. Ini salah satu kritikan wong cilik yang tinggal di Jateng. Eh ternyata ada juga survei yang dilakukan orang pintar dari perguruan tinggi hasilnya kok sama dengan pendapat saat ini. Penilaian ini bisa menjadi masukan bagi Ganjar Pranowo yang harus tancap gas soal pembangunan di Jateng atau merealisasikan janjinya saat kampanye lalu. Namun ini pun masih diragukan karena tahun politik 2014, Ganjar  punya tanggungjawab memenangkan partainya. Sehingga konsentrasi pembangunan tentu akan terhambat. Apalagi bila Partainya memenangi pemilu bisa dipastikan Ganjar akan ditarik jadi Menteri di pusat. Praktis harapan yang dipercayakan pada Ganjar akan muspro. Inilah menjadi kajian bersama sistem demokrasi yang dilakukan di Indonesia. Perjalanan Ganjar bisa terseok seok bilamana cara seperti terlalu jauhnya intervensi dalam penentuan Dirut Bank Jateng dan tawaran lelang jabatan dilingkungan Pemprov. Ternyata dua hal ini juga menjadi perhatian wong cilik. Selanjutnya Ganjar harus bisa menggunakan kesempatan dan memilih orang orang yang tepat dalam membantu menjalankan tugasnya. Kata kuncinya ora usah melu melu Jokowi. Gunakan gaya sendiri dalam among dan momong wong Jateng. Demikian salah satu pesan mbah Jaswadi seorang pemerhati pembangunan Jawa Tengah.