Suasana debat kandidat calon walikota Semarang sudah terasa, yang diawali oleh Dewan Kesenian Semarang menghadirkan ketiga calon untuk mengetahui sejauh mana kepedulian terhadap budaya. Pada musim Pilkada seperti ini merupakan lahan menarik untuk menghadirkan para kandidat yang salah satu tujuannya adalah dapat mendapatkan perhatian syukur syukur dapat dana sumbangan dari para calon. Masing masing media center telah menyiapkan bahkan telah menampung berbagai proposal bantuan kegiatan mulai dari HUT Kemerdekaan, perbaikan jalan, pavingisasi, pengadaan bendera dan seterusnya. Kondisi ini merupakan saling membutuhkan. Bagi pihak calon menginginkan pada saat coblosan nanti memilihnya. Sedangkan bagi masyarakat merupakan kesempatan minta bantuan, karena beranggapan bila nanti sudah jadi mereka akan lupa janjinya. Maka diminta lebih awal sebagai imbalannya adalah pemberian alokasi suara saat pemilihan di bilik TPS.