Debat putaran kedua pilwakot Semarang telah digelar 8 Nopember 2024 dan disiarkan melalui salah satu stasiun TV. Sehingga warga Semarang yang tertarik mengikuti gelaran pilkada oleh KPU Kota Semarang cukup melihat dan menyaksikan dari rumah saja. Dari hasil tayangan tersebut beberapa komentar dari para pemirsa diantaranya adalah kemampuan pasangan Agustin – Iswar lebih menguasai materi bila dibandingakan dengan pasangan Yoyok – Joss. Agustin – Iswar yang mengusung tagline Bersatu membangun Semarang dan mengupayakan bantuan 25 juta untuk RT. Sedangkan Yoyok – Joss dengan tagline nya Semarang Maju Bermartabat tidak akan menaikkan tarip pajak PBB selama 5 tahun kedepan dan bantuan Kredit mesra tanpa agunan bagi pemilik usaha di tingkat RT.

Pada debat putaran kedua yang mengambil tema Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik. Dari tanya jawab antar pasangan calon, publik sudah mengetahui kompetensi dari masing masing pasangan calon. Pasangan Agustin-Iswar lebih siap dan menguasai. Pasangan Yoyok-Joss dalam menjawab lontaran pertanyaan lebih banyak kurang fokus. Padahal pasangan Yoyok-Joss lebih di unggulkan karena terdapat 9 parpol pengusung versus Agustin-Iswar yang hanya 1 parpol saja. Sepertinya partai pengusung pasangan Yoyok-Joss kurang maksimal dan kurang pergerakan dalam mendukung. Sebaliknya mesin partai pengusung Agustin-Iswar all out mendukung dan mempromosikan turun ke warga.

Dilihat dari alat peraga kampanye di beberapa wilayah Kecamatan di Semarang dukungan parpol pengusung dan para anggota yang duduk di legislatif dalam mengkampanyekan jagonya dapat diketahui dari sisi ini. Tim teknis Yoyok-Joss masih belum tampak memberikan arahan dan masukan terhadap jago nya. Tema PIP yang paling menonjol, padahal harapan lain dari warga terkait tidak adanya kenaikan tarip pajak PBB akan sangat membantu warga. Adanya kenaikan tarip PBB setiap tahunnya berimbas pada makin mahalnya harga tanah di Semarang karena tidak sebanding dengan pendapatan dari masyarakat.

Semangat kolaboratif paling sering dimunculkan pasangan Yoyok-Joss karena sesuai dengan visi misi yang dibangun. Masih ada sisa waktu debat publik lagi yaitu pada debat publik ketiga pada tanggal 15 Nopember 2024.

Pada masa kampanye masih banyak warga Semarang yang belum mengetahui sosok calon walikota maupun calon wakil walikota terutama pada pasangan Agustina – Iswar. Walaupun Semarang dikatakan sebagai kendang banteng ternyata beberapa warga ketika ditanya, mereka tidak mengetahui sosok dari calon yang maju dari PDIP. Bahkan bertanya balik mereka itu sebagai siapa atau jabatan apa sebelumnya. Berarti apa yang telah dilakukan oleh dua Lembaga survey terhadap pilwakot Semarang yang merelease survey nya terdapat angka 30 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya berati mendekati keakuratannya. Angka 30 persen tersebut merupakan perhatian bagi para timses pasangan yang sedang berlaga untuk mendekati dan meyakinkan jagoannya. Diberitakan sebelumnya bahwa dua Lembaga survey Y-Publika dan Echo Location Survey menunjukkan dinamika elektabilitas antara dua paslon pilkada kota Semarang 2024 yang mana terdapat swing voter sebesar 30,2 persen. Ini dapat menunjukkan bahwa hasil pilkada masih dapat berubah tergantung pada strategi kampanye yang dilakukan para timses nya. PDIP tanpa koalisi tentu mau tidak mau akan bekerja lebih intens menggerakkan mesin partainya hingga Tingkat Ranting dan rukun tetangga

Berikut juru Kampanye release dari KPUD Jateng pasangan urut 1 Andika Perkasa – Hendar Prihadi :
1. Megawati Soekarnoputri
2. ⁠Komarudin Watubun
3. Deddy Yevri Hanteru Sitorus
4. Djarot Saiful Hidajat
5. Sukur H. Nababan
6. Said Abdullah
7. Ganjar Pranowo
8. Ahmad Basarah
9. Yasonna H. Laoly
11. Ronny Berty Talapessy
12. Basuki Tjahaja Purnama
13. Rano Karno
14. Tri Rismaharini
15. Nusyirwan Soejono
16. Ribka Tjiptaning P
17. Sri Rahayu
18. I Gusti Ayu Bintang Darmawati
19. I Made Urip
20. S.B. Wiryanti Sukamdani
21. Eriko Sotarduga B.P.S
22. Zuhairi Misrawi
23. H.M. Prananda Prabowo Sura MKD
24. Mindo Sianipar
25. Rokhmin Dahuri
26. M.Y. Esti Wijayati
27. Hasto Kristiyanto
28. Drs. Utut Adianto
29. Arif Wibowo
30. Sadarestuwati
31. Adian Yunus Yusak Napitupulu
32. Y. Aryo Adhi Dharmo
33. Olly Dondokambey
34. Rudianto Tjen
35. Yuke Yurike
36. Hendra Gunawan
37. Candra Irawan
38. Daryatmo Mardiyanto
39. Aria Bima
40. Abdullah Azwar Anas
41. Letnan Jenderal TNI (Purn) Ganip Warsito
42. Y. Vian Feoh
43. Komjen Pol. (Purn) Nurdin
44. Andi Widjajanto
45. M. Restu Hapsari
46. Irmadi Lubis
47. Andreas Hugo Pareira
48. Bonnie Tryana
49. Irmadi Lubis
50. Andreas Hugo Pareira
51. Bonnie Tryani

Penasehat:
1. Bambang Wuryanto
2. Puan Maharani
3. Utut Adianto
4. Dyah Pikatan Orissa Putri Haprani

Dewan Pakar:
1. Hendrawan Supratino
2. Goenawan Muhamad
3. Ridwan Sanjaya
4. Akhmad Muqowam
5. Beni
6. Yanuar Rara
7. Warsito Ellwein
8. Dra. Ida Nurlaila Candra
9. Arif Budiman Chandra
10. Gus Ahmad Dawud
11. Gus Ali Shodiqin
12. Soehardjono
13. Stephanus Sukirno
14. Rukma Setiabudi
15. Willem Tutuarima

Ketua: Umar Wahid.
Wakil Ketua:
1. Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso
2. Komjen Pol (Purn) Anang Revandoko
3. Sumanto
4. Bambang Raya
5. Bambang Hariyanto

Sekretaris: Daniel Budi Setyawan
Wakil Sekretaris:
1. Eko Susilo
2. Budi Susilo

Bendahara: Ayuning Sekar Suci
Wakil Bendahara:
1. Yanuar Prawira Wasesa
2. Dede Indra Permana
3. Widarti Yuadisti

Direktorat Khusus:
1. Mayjen TNI (Purn) Mulhim Asyrof
2. Mayjen TNI (Purn) Chaidir Beruntung Sakti
3. Mayjen TNI (Purn) Hafis Zainudin
4. Mayjen TNI (Purn) FUAD Basya
5. Mayjen TNI (Purn) Nurendi
6. Mayjen TNI (Purn) Purwo Sudaryanto
7. Mayjen TNI (Purn) Echsan Sutadji
8. Mayjen TNI (Purn) Masri Adenan
9. Laksma (Purn) DR. Suyono Thamrin
10. Irjen Pol (Purn) Drs Rudi Pranoto
11. Mayjen TNI (Purn) DR Gregorius Henu Bhaskoro
12. Mayjen TNI (Purn) Ruruh Aris Setyawibawa
13. Brigjen TNI (Purn) Meindaryanto
14. Brigjen Pol (Purn) Drs Wagiyo Raharjo
15. Brigjen Pol (Purn) Drs Amrin Remico
16. Brigjen TNI (Purn) Ita Jayadi
17. Brigjen TNI (Purn) DR. Untung Purwadi
18. Brigjen TNI (Purn) A. A. Ngurah Alit
19. Brigjen TNI (Purn) Winarto
20. Kol (Purn) Suprih Widodo SH.
21. Kol (Purn) Herli Suharto
22. Kol (Purn) Ahmad Isnanto
23. Kombes Pol (Purn) Drs Des Aditiawarman
24. Kol AU (Purn) Ahmad Laksono
25. Kol (Purn) Sukirno
26. Kol (Purn) Arif Wahyudi
27. Kol (Purn) Hadi Sunaryo
28. Letkol (Purn) Suyadi
29. Letkol (Purn) Supriyadi
30. Ltk (Purn) Opik
31. AKBP (Purn) Sugeng Wahyudi, SH. MH
32. Kapten (Purn) Deni Kartiwa

Direktorat Pangkalan Data & Survei:
1. Dolfie Othniel Frederick Palit
2. Sofwan Dedi Ardianto
3. Hono Sejati
4. Dimas Dendang Dharmaninghayu
5. Arif Rahman
6. Bagus Suryokusumo
7. Saiful Mahdi Samirun

Direktorat Isu Strategis & Narasi Politik:
1. Aria Bima
2. Sutoyo Abadi
3. Edy Wuryanto
4. Tuhu Sulistiyo
5. Massinangling Gumelar
6. Yulianto Prabowo
7. Suhardiyono
8. Ratna Wulandari

Direktorat Pemetaan Simpul & Jejaring
1. Angga Arrasyid
2. M. Herviano
3. Musthofa
4. Pillipus Dwi Harnomo
5. Dwi Adi Agung Nugroho
6. Peni Dyah Perwitosari
7. Moch. Ichwan
8. Sarei Abdul Rosyid
9. Andrey Reidesy Wijaya
10. Ahmad Antono

Direktorat Narasi, Konten & Media Sosial
1. Bayu Wicaksono
2. Juli Krisdianto
3. Adenk Sudarwanto
4. Pujo Widiono
5. Wulan Purnama Sari
6. Mohamad Safii
7. Reza Abdurrakhman
8. Julio Belnanda Harianja
9. Nor Rahmat Sholichin
10. Nasrullah
11. Dhonny Fajar Saputra

Direktorat Juru Kampanye, Kompol & Jubir
1. Harris Turino Kurniawan
2. Yudhistira Zia Ersyada
3. Dedy Heru Pramono
4. Evita Nursanti
5. Ida Nurlaila Candra

Direktorat Relawan / Juru Kampanye
1. Joko Purnomo
2. Muhammad Isnaeni
3. Bambang Rahardjo Munajat
4. Arnaz Agung Andrarasmara
5. Martin Pelupessy
6. Dicky Hutapea
7. Emha Ayu Puspaningrum
8. Naga Singgalang
9. Marojahan Situmorang
10. Dwi Apriyanto

Direktorat Kegiatan Keagamaan
1. Hafid Iwan Cahyono
2. Ahmad Syafi’i
3. Zaenal Wafa
4. K.H Nur Kholis Sobari
5. K.H.Muslikhun Ibn Matlab
6. Sutrisno Handoko
7. Rofiuddin
8. Nuril Arifin Husein
9. Amin Budi Hardjono
10. Tobroni Syihab Alhafidz
11. Yulia Sri Latifah Al Hafiidzoh
12. M. Kharo’sun Syihab
13. Gus Agus Munif
14. Mas’ud Asy’ari Al Hafidz
15. Gus Muhammad Alfan
16. Pdt. Joko Sukono
17. Pdt. Andreas Budi
18. Mahbub Zaky
19. Gus Khafifudin
20. Gus Faishol
21. I Gusti Agung Ketut Yoga
22. I Nyoman Surahatta
23. I Made Witarsa
24. Amrudin Mahfud Jumai
25. Lukman Hakim

Direktorat Penggalangan Pemilih
1. Gilang Dhielafararez
2. Didik Haryadi
3. Indryana R
4. Yulizar Farid Firdaus
5. Dedy Nor Ardiyanto
6. Kholison Syafi’I
7. Jagaddhito Probokusumo

Direktorat Pemberdayaan Perempuan & Komunikasi Informasi Pemberdayaan Perempuan
1. Vita Ervina
2. Messy Widiastuti
3. Yuni Dwi Purwani
4. Ninik Jumoenita
5. Rr. Maria Tri Mangesti
6. Endrianingsih Yunita
7. Nadia Nyamiyati

Direktorat Komunikasi Informasi
1. Adisatrya Suryo Sulisto
2. E. Intan Kurniasari
3. Wisda Pridatoe
4. Indarjo
5. Attalya Nova Kusuma Wibawanty
6. Mahbub Zaky

Direktorat UMKM, Ekonomi Kerakyatan & Ekonomi Kreatif
1. Samuel Wattimena
2. Saiful Hadi
3. Joko Sambodo
4. Muhammad Hajar Zainuddin
5. Kadarwati
6. Muhammad Yanuar Fajrin
7. Khaleed Hadi Pranowo
8. Agus Wayang
9. Esti Widsyandari
10. Syanaz Winanto
11. Dewi Puspa
12. Gatot Hendraputra
13. Istiyani Mardhaningrum
14. Azhar Hasrul Harindha
15. Ireland Ardy Maulana
16. Faizal Annas
17. Arif Budiman Chandra

Direktorat Saksi, Pengamanan Hasil Pemilu
1. Kaisar Kiasa Kasih
2. Faqih Normansyah
3. Agus Suprihanto
4. Alexander Gumilang Rangga
5. Auria Patria Dilaga
6. Wenang Noto Buwono
7. Chandra Bowo Nagoro
8. Ahmad Hakim
9. Kharis Syahrial Alif Mamonto
10. Khoironi
11. Giant Permana
12. Juhan Andriadi
13. Akhmad Latif
14. Armanto Abas

Direktorat Hukum & Advokasi
1. Todung Mulya Lubis
2. Sulistiana
3. Ardian Hendi Asmara
4. Dewang Purnama
5. Yohanes Winarto
6. Putro Negoro Rekthosetho
7. M. Ali Purnomo
8. Helly Sulistyanto
9. John Richard Latuihamallo
10. Sujiarno Broto Aji
11. Agus Suprihanto
12. Imam Setiadi
13. Denas Pamungkas
14. Ferry Sataryanto
15. Khairul Anwar
16. Titik Yuliati

Direktorat Logistik & Infrastruktur
1. Asfirla Harisanto
2. Indratmoko
3. Sandi Yanuar
4. Vivi Dwilarasati
5. Yekti Nor Azali
6. David Okta Nugraha
7. Martina
8. Ahmad Surur
9. Ir. Yuktiasih Proborini
10. Fitri Maryunani
11. Ir. Yuktiasih Proborini
12. Fitri Maryunani
13. Yulistina

Direktoral Pemilih Milenial
1. Aditia Purnomo
2. Kustam Erey Kristiawan
3. Ahdiat Galih Setyanugraha
4. Agus Mulyadi
5. Tofik Suseno
6. Puma Cipta Nugraha
7. Faris Wibisono
8. Gendra Wisnu Buana
9. Prabowo Novanto
10. Tommy Ari Wibowo
11. Wahyu Adi Surastra
12. Rizky A Rambe
13. Novita Dwi Parastuti
14. Abu Hurairoh
15. Salma
16. Anindya Ryadinugroho
17. Faruq Makhrus
18. Wahyu Eko Prasetyo
19. Anton Bimo Waluyo
20. Pijar Cahyo Aji
21. Gielbran

Sedangkan juru kampanye dari pasangan no 2 Ahmad Luthfi – Taj Yasin :

Daftar Dewan Pembina Tim Pemenangan Luthfi-Yasin
1. KH Munif Zuhri
2. KH. Achmad Chalawani Nawawi
3. Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M
4. KH Subhan Ma’mun
5. Jenderal Polisi (Purn) Drs. Sutarman, S.I.K
6. KH Zuhrul Anam
7. Letnan Jenderal TNI (Purn) H. Bibit Waluyo
8. KH. Chamami, M.Si
9. Komjen Pol (Purn) Drs. Ari Dono Sukmanto, S. H.
10. KH Sholahudin Shodaqoh
11. Letnan Jenderal TNI (Purn) Bakti Agus Fadjari, S.I.P, M.Si.
12. KH Shodiq Hamzah
13. Mayjend TNI (Purn) Toto Nugroho
14. Prof. Sri Puryono
15. Sugiono
16. Prasetyo Hadi
17. Pdt. Bambang Mulyana

Dewan Pengarah
Ketua: Sudaryono
Anggota: Muhammad Yusuf Chudlori, Panggah Susanto, Rinto Subekti, Sunarmin, Antonius Yogo Prabowo, Lestari Moerdijat, Masruhan Samsurie, Muhammad Afif, Ahmadi, Sukirman, Angga Andre Hendrawan, Rahayu Senjayawati, Aulia Hakim, Bambang Anto Wibowo, Bagas Ardhianto Saputra, Suyono Wachid Nurmiyanto

Dewan Penasihat
Ketua: Kukrit Suryo Wicaksono
Anggota: Letjen TNI (Purn) Nugroho Widyotomo, Abdul Wachid, Juliyatmono, Ahmad Badawi Basyir, Fadholi, Hendri Wicaksono, Rif’an, Abdul Karim Ahmad, Said Almasyhad, Muhammad Chamzah Hasan, Nadhiraly Hb. (Watucongol)

Dewan Pakar
Ketua: Wihaji
Anggota: Setyo Wisnu Broto, Eva Yuliana, Iqbal Wibisono, Rohmat Marzuki, Zainudin Zein, Amelia Anggraini, Vicky Prasetyo, Rudy Prasetya

Tangkapan video saat Calon Gubernur Jawa Tengah Jenderal TNI (Purn) Andika M Perkasa yang diacuhkan saat mengajak bersalaman Kapolda Jateng Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo dan Pj Gubernur Jateng Komjen Pol (Purn) Nana Sudjana beredar di media wa group. Pemberitaan diberbagai media online cukup marak dan beragam komentar dari pembacanya. Dengan tangkapan video tersebut dapat menggugah berbagai reaksi dari pemirsanya dan akan menjadi menarik dalam masa kampanye nanti untuk meraih simpati.

Ditanya oleh pewarta terkait momen tersebut, Andika menanggapinya dengan santai. Ia menyebut, mungkin saja Ribut dan Nana tidak melihat uluran tangannya. “Saya melihatnya mungkin beliau enggak lihat saya mengulurkan tangan,” ujar Andika. Andika menegaskan hubungannya dengan Nana dan Ribut juga baik-baik saja. Mereka juga sempat berbincang saat di ruang transit saat jelang deklarasi kampanye damai. “Hubungan kami baik-baik saja, dengan Pak Gubernur Komjen Purn Nana sudah lama kami kenal, kemarin pun kami bincang-bincang seperti biasanya. Dengan Kapolda pun sudah cukup dekat, dengan Pangdam juga sudah lama juga. Kemarin sebelum acara di ruang transit juga berbincang, mungkin enggak lihat, menurut saya,” kata Andika.

Namun hal ini akan berbeda bila ditangani oleh pendukung dan tim sukses. Moment tersebut akan menjadi bahan kampanye yang signifikan bagi kalangan melek media. Dari jajaran tim sukses masih belum terpublikasi komposisi personilnya. Tim sukses tentu akan mengerahkan semua sumberdaya untuk meraih simpati masyarakat Jateng yang unik yaitu dikenal inggih tapi ora kepanggih.

Pada pilkada Jateng kali ini muncul perang bintang dan komandan korea dalam setiap pemberitaan serta media sosial. Karena calon gubernur yang bersaing merebutkan suara terbanyak dari kalangan tentara dan polisi yang telah meraih pangkat jenderal. Soal pilkada dan demokrasi memang ranah dari partai politik dalam siklus pergantian kekuasaan. Untuk di Jateng PDIP percaya diri dengan mengusung dari kalangan internal bahkan tanpa melibatkan koalisi. Sedang di pihak gabungan koalisi mengakomodasi strategi membendung popularitas PDIP di Jawa Tengah. Untuk pasangan Andika – Hendi timses dikomandani oleh Bambang Pacul yang humoris dan yang mengangkat dialek korea merupakan istilah yang tak asing bagi wong Jateng.

Berbeda halnya pasangan Lutfi – Taj Yasin di dukung penuh dari para purnawirawan baik dari tentara maupun polisi. Dari informasi yang diperoleh bahwa nama Andika memang kurang membumi di tanah Jateng sehingga pola menghadiri acara rakerdasus PDIP di setiap Kabupaten / Kota menjadi konsentrasi pasangan Andika – Hendi bersosialisasi. Hendi sebagi cawagub walaupun bagus di Kota Semarang belum tentu wilayah kabupaten bisa klik dengannya. Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi Bambang Pacul sebagai komandan korea nya. Sedangkan Lutfi sudah lebih dulu sosialisasi di Jateng saat masih menjabat Polda dengan memasang baliho hampir di semua kota se Jateng.

Bambang Pacul tentu lebih luwes dalam bermanuver masuk berbagai wilayah. Bilamana dibandingkan komandan timses pasangan Lutfi – Yasin ada tokoh seperti Agus Bakti Fajari mantan Pangdam 4 Diponegoro, Sutarman, Ari Dono dan mantan gubernur Bibit Waluyo. Ada beberapa pendapat bahwa yang dapat menggerakkan dan mengakomodasi para relawan inilah yang mendapatkan point simpati dalam perolehan suara. Ada pula pendapat kunjungan kepada tokoh agama maupun tokoh masyarakat sudah kurang relevan dalam menarik simpati. Minta doa dan dukungan pasti diberikan doa sudah menjadi kebiasaan yang mudah diketahui.

Dalam perhelatan Pilwakot Semarang sudah muncul kandidat dan di ikuti dua pasangan, hal ini diketahui dari penutupan pendaftaran KPUD Kota Semarang yang ditutup tanggal 29 Agustus 2024 lalu yaitu pasangan Agustina Wilujeng – Iswar Aminuddin dan Yoyok AS – Joko Jos. Untuk pasangan yang di usung PDIP lebih populer disebut AWP-Iswar setelah melalui proses panjang penjaringan dan mbak Ita tersandung masalah. Penetapan AWP-Iswar tentu tidak lepas dari peran ketua DPC-PDIP Kota Semarang. Posisi Iswar sebagi Sekda Kota Semarang patut dipertimbangkan disamping menguasai birokrasi juga mempunyai basis massa pendukung. Awalnya Iswar didorong oleh Semut Merah, Basis, Nongkis, SHP, Jaringan Muda NU, Partai Prima dan Ndaru. Sehingga melalui pertimbangan pertimbangan tersebut sebagai salah satu penentuan dipilihnya Iswar sebagai pendamping AWP. Iswar yang diketahui sebelumnya telah melobi beberapa Parpol baik Golka, PAN, Gerindra bahkan PSI untuk maju sebagai Cawali Kota Semarang. Dari keseriusan Iswar melobi beberapa Partai inilah pilihan PDIP jatuh padanya.

Berbeda dengan Yoyok Sukawi yang sudah dikenal dari jalur persepak bolaan nya, namun Yoyok Sukawi sudah lama terlebih dahulu bersosialisasi ke masyarakat bahkan sebelum menjelang Pilwakot. Yoyok Sukawi lebih dulu aktif mendekati jalur hijau dengan rajin mendatangi majelis majelis sholawat di berbagai wilayah Kota Semarang. Juga gaung sebelum Pilpres dan Pileg banyak dari warga yang mendoronya untuk kontestasi Pilwakot Kota Semarang. Sehingga Yoyok Sukawi mempunyai modal sosial yang besar. Apalagi berbagai parpol merapat untuk mendukungnya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri PDIP yang secara single menghadapi koalisi Indonesia Maju.

Jelang hari pendaftaran calon kepala dan wakil Bupati yang akan dimulai 27 Agustus 2024 menurut kalender KPU ternyata masih belum adanya penetapan pasangan calon yang akan maju berkompetisi. Khususnya pada pilkada provinsi dan Kota Semarang. Belum adanya Partai Politik yang menetapkan pasangan lebih awal dikarenakan melihat situasi dan kondisi. Para kandidat masih berjuang untuk menaikkan elektabilitas dengan cara sosialisasi diri melalui pemasangan baner baner di sepanjang jalan dan sudut sudut kota. Terdapat juga calon kandidat yang menggunakan jasa survei untuk mengetahui kepopulerannya di tengah tengah masyarakat.

Calon kandidat untuk walikota Semarang sementara masih di dominasi oleh para muda seperti Arnas, Dico, Yoyok, Juan. Hampir setiap warga mudah mengenali nama nama ini disusul untuk kategori dewasa ada Iswar. Masing masing mempunyai tim sukses dan relawan dalam menuju perhelatan pemilihan kepala daerah di Semarang. Sebagai mesin demokrasi Parpol yang akan menentukan pasangan mana yang layak untuk ditandingkan dan disajikan kepada masyarakat. Parpol akan berada dibarisan depan mengakomodir inspirasi para warga.

Bersamaan jelang hari ulang tahun kemerdekaan merupakan momen yang baik oleh para kandidat mendekati masyarakat. Termasuk promosi promosi yang dilakukan karena disamping moment yang tepat juga memeriahkan HUT kemerdekaan seperti rajin hadir pada event event yang diselenggarakan oleh warga di setiap wilayah`

Sebelumnya bertebaran baliho mas Dico selaku pejabat bupati Kendal yang dalam perhelatan pilkada serentak 2024 akan berkontestasi dalam bursa pemilihan Gubernur Jawa Tengah. Beberapa tagline yang di usung diantaranya ” Menuju Jateng Lebih Baik ” yang tersemat pada gambar gambar yang terpasang. Namun rupanya harus turun kasta setelah Ahmad Lutfi menjadi kandidat cagub terkuat dibarengi hasil survey dan maraknya poster poster Kapolda Jawa Tengah. Disamping itu dengan adanya pemeriksaan terhadap petahana walikota Semarang oleh KPK. Relawan Dico juga dikomandani PSI makin gencar memasang poster poster bergambar Dico di seluruh penjuru kota Semarang sebagai bagian sosialisasi. Tidak hanya melalui poster poster. Endorse dari Mas Gibran dan Mas Kaesang juga dilakukan bersama sama untuk mendukung pencalonan Dico. Hal ini diketahui pada jumat sore dengan mendaratnya Mas Gibran dan Mas Kaesang masing masing dengan istri di bandara A. Yani Semarang. Ternyata esok harinya pada Sabtu pagi Mas Dico dengan didampingi Mas Gibran mulai gaspol menuju pasar pasar tradisional dan ke berbagai wilayah Semarang Utara.

Dico setelah mendapatkan tugas dari partainya melakukan kegiatan kegiatan untuk menarik popularitas serta menjajaki elektabilitasnya. Mengingat Dico sudah populer di Kendal namun bila bersaing ke Kota Semarang diperlukan strategi dan sumber daya ekstra lebih besar bila dibandingkan berkontestasi di Kabupaten Kendal. Tugas menggandeng calon wakil walikota juga dilakukan cukup seksama. Bahkan Iswar Amirudin pejabat Sekda Kota pun sempat dilamarnya. Kesempatan untuk menaikkan elektabilitas masih ada waktu hingga Agustus. Mengingat hingga pertengan Juli ini belum ada satu partai pun yang memberikan rekomendasi kandidat. Pilwakot Semarang akan menjadi menarik dan dinamis karena partai politik di Kota Semarang saling menunggu dan tentu menugaskan lembaga lembaga survei untuk mencari kandidat yang layak untuk di usung.

Ahmad Luthfi menjadi tokoh yang paling sering dibicarakan oleh warga. Hal ini disamping sebagai Kapolda Jawa Tengah juga menjadi calon kandidat Gubernur Jawa Tengah mendatang. Baliho maupun spanduk bergambarkan Ahmad Luthfi di sepanjang jalur pantura Jateng sangat mudah ditemui. Ini artinya adanya relawan yang membranding untuk bisa masuk bursa pilgub 2024. Dari pihak partai yang sudah terang memasang gambar Ahmad Luthfi adalah dari PAN. Namun hingga saat ini belum semua partai yang mempunyai kursi di DPRD Jateng secara resmi mengumumkan jagonya.

Diperoleh informasi bahwa adanya dukungan tersebut dikarenakan jabatan di Kepolisian akan berakhir di bulan Agustus mendatang. Sehingga setelah itu layak untuk dicalonkan, apalagi terdengar kabar juga telah mendapat restu dari presiden. Disisi lain muncul nama Bambang Pacul selain Hendrar Prihadi juga menjadi pembicaraan hangat di masyarakat Jateng. Namun semua ini masih taraf wacana karena yang berkepentingan adalah dari partai politik. Partai politik masih melakukan pencermatan dan penjaringan. Termasuk akan menggunakan hasil survey dari para lembaga survei yang muncul menjelang perhelatan pemilihan.

Ormas Semut Merah Semarang dalam pilkada serentak tahun 2024 mendorong Iswar Aminuddin maju dalam kontestasi pemilihan walikota Semarang untuk periode 2024 – 2029. Semut merah Semarang mengambil inisiatif karena disamping telah lima tahun menjabat sekda kota semarang, namun dikenal supel terhadap para warga termasuk kaum mudanya. Sehingga sebagai kapasitasnya sekarang bila maju pada pilwakot dapat dipertimbangkan. Selain untuk kemajuan kota Semarang dan pengembangan wisata religi serta untuk mengatasi permasalahan kota. Iswar Aminduddin patut dipertimbangkan, namun karena dari kalangan birokrasi tentu harus mendapatkan tiket dari partai untuk mengusungnya.

Poster poster maupun spanduk Iswar sudah bermunculan hingga pelosok Semarang. Baik di sudut sudut kota hingga sudut kelurahan terpasang alat peraga sosialisasi. Iswar minimal harus mendapatkan dua partai pengusung untuk mendapatkan tiket pilwakot. Relawan Iswar sudah bergerak mendekati partai partai yang mempunyai kursi di DPRD Kota Semarang. Tinggal melakukan lobi lobi politik dan memenuhi kriteria yang partai tetapkan.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai