Digital Camera

Digital Camera

DPD PDIP Provinsi Jawa Tengah menargetkan kemenangan di empat dari tujuh daerah yang akan menggelar Pilkada pada 2017 di Jateng. Demikian dikatakan Sekretraris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto. Beberapa daerah yang telah mempersiapkan diri seperti di Kabupaten Jepara.

Tim Pilkada Pusat (TPP) Partai Hanura dalam surat rekomendasi Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Pati, Provinsi Jawa Tengah Nomor 18/TPP/DPP-HANURA/VI/2016 menuangkan bahwa HaryantoArifin dianggap memenuhi syarat untuk diusung sebagai calon bupati dan wakil bupati Pati. Keluarnya rekomendasi juga berdasarkan usulan dari Partai Hanura tingkat DPC Pati dan DPD Jawa Tengah. Ketua DPC Hanura Pati, Sunarwi menyatakan pasangan yang merupakan petahana dan seorang pengusaha muda itu dinilai ideal dalam memimpin Pati. “Kami arahkan simpatisan yang mendukung saya pada Pilkada Pati 2011-2012 lalu juga kami minta untuk bergabung mendukung HaryantoArifin. Hanura sebagai partainya wong cilik akan berjuang untuk kemenangan ini,” tandasnya. Jika partai tersebut jadi berkoalisi, akan terbentuk koalisi besar jika dilihat dari jumlah kursi di DPRD Pati. Di DPRD Pati, Hanura mempunyai empat kursi, sedangkan Demokrat enam kursi, Golkar enam kursi, PKS lima kursi, dan PPP tiga kursi.

Pilkada tahun 2017 mendatang akan diikuti serentak 7 kabupaten yaitu Kabupaten Brebes, Cilacap, Banjarnegara, Batang, Jepara, Pati dan Salatiga yang akan berlangsung 15 Februari 2017. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, Joko Purnomo mengatakan anggaran pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara serentak di tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah pada 2017 mencapai Rp187,2 miliar. Pilkada Kota Salatiga dianggarkan Rp7,5 miliar, Banjarnegara Rp20 miliar, Batang Rp25 miliar, Jepara Rp30 miliar, Pati Rp29,7 miliar, Cilacap Rp35 miliar, dan Brebes Rp35 miliar. Anggaran pilkada 2017 tersebut sudah dianggarkan oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota tapi mengenai rincian penggunaannya masih menunggu KPU Republik Indonesia.

Suasana debat kandidat calon walikota Semarang sudah terasa, yang diawali oleh Dewan Kesenian Semarang menghadirkan ketiga calon untuk mengetahui sejauh mana kepedulian terhadap budaya. Pada musim Pilkada seperti ini merupakan lahan menarik untuk menghadirkan para kandidat yang salah satu tujuannya adalah dapat mendapatkan perhatian syukur syukur dapat dana sumbangan dari para calon. Masing masing media center telah menyiapkan bahkan telah menampung berbagai proposal bantuan kegiatan mulai dari HUT Kemerdekaan, perbaikan jalan, pavingisasi, pengadaan bendera dan seterusnya. Kondisi ini merupakan saling membutuhkan. Bagi pihak calon menginginkan pada saat coblosan nanti memilihnya. Sedangkan bagi masyarakat merupakan kesempatan minta bantuan, karena beranggapan bila nanti sudah jadi mereka akan lupa janjinya. Maka diminta lebih awal sebagai imbalannya adalah pemberian alokasi suara saat pemilihan di bilik TPS.

Kota Semarang merupakan salah satu peserta pilkada serentak yang diagendakan 9 Desember 2015 mendatang. Majunya kembali Soemarmo Hadi Saputro yang di usung PKB dan PKS dalam pertarungan merebut kembali kekuasaan yang hilang disayangkan banyak pihak. Justru yang mendorong Soemarmo maju kembali apakah konsisten mendukung dan akhirnya nanti memilihnya, ini masih dipertanyakan. Justru publik menyarankan Pak Marmo istiqomah saja dan menginginkan menguburkan masa lalunya untuk berbuat lebih baik dan menjauhkan diri dari dunia politik. Degradasi moral kian mengkhawatirkan, materialisme memicu kemerosotan moral dan kehilangan budaya malu. Tampilnya mantan narapidana korupsi sebagai calon kepala daerah memperlihatkan kegagalan partai dalam mereformasi diri. Partai belum mampu membangun dirinya sebagai mesin demokrasi. Partai kehilangan kandidat kandidat terbaik, bahkan kehilangan sebagai pencetak pemimpin.

Hingga batas akhir pendaftaran tanggal 28 Juli 2015 pukul 16.00 tercatat 57 pasangan calon yang mendaftar di kantor KPU masing masing. Dari 21 Kabupaten/Kota hanya Kabupaten Purbalingga yang mempunyai 1 calon saja. Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang, berikut daftar pasangan calon kepala daerah tersebut dari KPU Jateng :

Kabupaten Kebumen :

  1. Khayub Mohammad Lutfi – Akhmad Bakhur ( Golkar, Nasdem, PKS )
  2. Muhammad Yahya Fuad – Yazid Mahfudz ( Gerindra, Demokrat, PKB, PAN )
  3. Bambang Widodo – Sunarto ( PDIP, Hanura )

Kabupaten Purworejo :

  1. Hamdan Azhari – Suhar ( Gerinda, Nasdem, PAN )
  2. Nurul Triwahyuni – Budi Sunaryo (PDIP, PKB )
  3. Agus Bastian – Yuli Hastuti (Demokrat, Hanura, Golkar )

Kabupaten Wonosobo :

  1. Muhammad Suhardi – Joko Wiyono ( perseorangan )
  2. Maya Rosida – Eko Prasetyo Heru Wibowo (  PDIP, Nasdem )
  3. Sarif Abdillah – Usup Sumanang ( PKB, Gerindra, PAN, Demokrat )
  4. Eko Purnomo – Agus Subagyo ( Hanura, Golkar, PPP, PKS )

Kabupaten Boyolali :

  1. Seno Samudro – Muhammad Said Hidayat ( PDIP )
  2. Agus Purmanto – Sugiarto (PKS, Gerindra, PKB )
  3. Cahyo Sumarso – M. Yakin Anwar ( perseorangan )

Kabupaten Klaten ;

  1. Mustafid Fauzan – Sri Harmanto ( perseorangan )
  2. One Krisnata – Sunarto ( Golkar, PAN, PKB, Demokrat )
  3. Sri Hartini – Sri Mulyani ( PDIP, Nasdem )
  4. Suhardjanto – Sunardi ( PKS, Gerindra, Hanura )

Kabupaten Sukoharjo :

  1. Wardoyo Wijaya – Purwadi ( PDIP )
  2. Nurdin – Anis Mudhakir ( PAN, PKB, Demokrat )

Kabupaten Wonogiri :

  1. Joko Sutopo – Edy Santoso ( PDIP, Nasdem )
  2. Hamid Noor Yasin – Wawan Setya Nugraha ( PKS, PAN, Gerindra, Demokrat )

Kabupaten Sragen :

  1. Kusnidar Untung Yuni Sukowati – Dedy Endriyatno ( Gerindra, PKS )
  2. Sugiyamto – Joko Saptono ( PDI, Demokrat )
  3. Jaka Sumanta – Surojogo ( PAN, PKB )
  4. Agus Fatchur Rahman – Djoko Suprapto ( Golkar, Hanura )

Kabupaten grobogan :

  1. Sei Sumarni – Edy Maryono ( PDIP, PAN, PKB, Hanura )
  2. Icek Baskoro – Sugeng Prasetyo ( Golkar, Gerindra, Nasdem )

Kabupaten Blora :

  1. Djoko Nugroho – Arif Rohman ( PKB, Nasdem, Hanura )
  2. Abu Nafi – Dasum ( PDIP, PPP, Gerindra )
  3. Sunarto – Kuntum Khairu Basa ( PKS, Demokrat )

Kabupaten Demak :

  1. Harwanto – Maskuri ( Gerindra, PAN, Demokrat )
  2. Dachirin Said – Edi Sayudi ( PKB, Nasdem )
  3. HM Natsir – Joko Sutanto ( Golkar, PPP )

Kabupaten Semarang :

  1. Nur Jatmiko – Mas’ud Ridwan ( PKB, Golkar, Hanura, PKS )
  2. Munjirin – Ngesti Nugraha ( PDIP, Gerindra, PAN )

Kabupaten Kendal :

  1. Widya Kandi Susanti – Muhammad Hilmi ( PDIP, Nasdem, PKB )
  2. Mirna Annisa – Masrur Masykur ( PKS, Hanura, Gerindra )

Kabupaten Pekalongan :

  1. Riswadi – Nurbalistik ( PDIP )
  2. Asip Kholbihi – Arini Harimurti ( PKB )

Kabupaten Pemalang :

  1. Mukhamad Arifin – Romi Indiarto ( Gerindra, PKB )
  2. Mukti Agung Wibowo – Afifudin ( PKS, PAN, Hanura )
  3. Junaedi – Martono ( PDIP )

Kota Magelang :

  1. Moch Haryanto – Agus Susatyo ( PKB, Demokrat )
  2. Sigit Widyonindiyo – Windarti Agustina ( PDIP, PAN, Gerindra )
  3. Joko Prasetyo – Priyo Wspodo ( Perseorangan )

Kota Surakarta :

  1. FX Hadi Rudyatmo – Achmad Purnomo ( PDIP )
  2. Anung Indro Susanto – Muhammad Fajri ( Demokrat, PKS, Gerindra, PAN )

Kota Semarang :

  1. Sumarmo – Zuber Safawi ( PKB, PKS )
  2. Sigit Ibnugroho Sarasprono – Agus Sutyoso ( Gerindra, PAN, Golkar )
  3. Hendrar Prihadi – Hevearita Gunaryanti Rahayu ( PDIP, Demokrat, Nasdem )

Kota Pekalongan :

  1. Abdul Hamka Naja – Nur Chasanah ( PAN, Gerindra )
  2. Alf Arslan Djunaid – Mochammad Sealany Machfudz ( PDIP, PKB )
  3. Dwi Heri Wibawa – Sutarip Tulis Widodo ( Golkar )
  4. Sudjaka Martana – Fauzi Umar Lahji ( Perseorangan )

Sandiaga Uno dikenal sebagai pengusaha dan dekat dengan pengusaha UMKM sekarang terjun kedunia politik. Sebelumnya pernah dinominasikan sebagai kandidat bendahara partai demokrat, namun pilihan partai saat itu jatuh ke Nazarudin. Kini memasuki era kepemimpinan Jokowi-JK, Sandiaga mantab bergabung partai Gerindra. Sosialisasi pertama adalah Jateng dan Semarang sebagai kota pertama kali perkenalannya. Dilanjutkan ke jalur selatan mulai Boyolali hingga Solo menjadi target safarinya. Berbagai kalangan Ia temuinya mulai dari pelaku usaha hingga pondok pesantren disambanginya. Pengalaman berbagi dalam menjalankan usaha menjadi sebagian besar topik yang ditanyakan. Safari perkenalannya sebagai politikus Gerindra dalam bulan Ramadhan ini diharapkan dapat membawa berkah dan tercapai keinginannya yang di cita citakan.